1st Annual Meeting VlirUos Team Project 2024: Kolaborasi Internasional untuk Riset Berkelanjutan

Malang, 14 Juli 2025 — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah pelaksanaan 1st Annual Meeting VlirUos Team Project 2024 yang diselenggarakan di Hotel Rayz UMM. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi proyek riset kolaboratif antara tim peneliti Indonesia dan Belgia. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMM, Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., yang menekankan pentingnya sinergi global dalam pengembangan riset yang berdampak langsung pada masyarakat. “Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional UMM, tetapi juga menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong riset berbasis keberlanjutan,” ungkap beliau dalam sambutannya. Proyek Riset Berskala Internasional Project VlirUos merupakan program riset yang didanai dan difasilitasi oleh Universitas Gent, Belgia, dengan dukungan dari VLIR-UOS (Flemish Interuniversity Council for University Development Cooperation). Riset ini dipromotori oleh Prof. Joachim Schouteten, ahli dari bidang food quality and sensory analysis, dan berfokus pada pengembangan teknologi pangan berkelanjutan di Indonesia. Dari UMM, dua dosen dari Program Studi Teknologi Pangan turut menjadi peneliti utama, yakni Desiana Nuriza Putri, MSc dan Rista Anggriani, MP., MSc, yang juga merupakan penerima beasiswa PhD di Universitas Gent. Keduanya menjadi aktor penting dalam menghubungkan konteks lokal Indonesia dengan pendekatan ilmiah global. Kolaborasi Lintas Institusi Tidak hanya melibatkan civitas akademika UMM, pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai mitra strategis. Hadir dalam diskusi: Radityo Putro Handrito sebagai promotor dari Universitas Brawijaya (UB), Hendy Firmanto dari Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) sebagai pakar Cocoa Processing & Technology, dan Agung Widiastuti dari Kalimajari Foundation, Bali, yang fokus pada aspek Sustainability & Community Engagement. Diskusi dan pemaparan yang berlangsung dalam Annual Meeting ini membahas capaian proyek selama satu tahun terakhir, tantangan implementasi di lapangan, serta strategi peningkatan dampak riset di sektor pangan lokal. Riset ini secara khusus berfokus pada pengembangan komoditas kakao sebagai bahan pangan fungsional, peningkatan rantai nilai, serta pemberdayaan petani lokal di berbagai wilayah Indonesia. Menuju Pencapaian SDGs Melalui Riset Kolaboratif Dengan semangat transdisciplinary approach, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan pangan masa depan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). UMM sebagai tuan rumah sekaligus mitra riset aktif berkomitmen untuk terus mendorong peran kampus dalam mendukung riset yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Kuliah Tamu Internship Preparation Series: “Bridging Campus to Industry”

Malang, 21 Juni 2025 – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Kuliah Tamu dengan tema “Bridging Campus to Industry: Kupas Tuntas Peran Divisi Industri Pangan dalam Dunia Kerja” pada Sabtu, 21 Juni 2025, di Kapal Pesiar Hall Sengkaling. Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang peran divisi industri pangan serta membekali mahasiswa semester 7 yang akan segera berangkat magang ke industri . Dalam kesempatan ini, lima alumni Program Studi Teknologi Pangan UMM hadir sebagai pemateri, yang telah sukses meniti karir di berbagai perusahaan ternama. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang tantangan dan peluang yang ada di dunia kerja industri pangan. Pemateri pertama, Tri Andika Putri, S.TP, QC Analyst di PT. CS2 Pola Sehat, membahas tentang peran penting seorang Quality Control Analyst dalam menjaga standar kualitas produk pangan. Ia menjelaskan berbagai teknik yang diterapkan untuk memastikan kualitas produk memenuhi standar internasional. Faiza Sani Masrta, S.TP, QA Manager di Boga Group, mengupas tentang pentingnya manajemen mutu dalam industri pangan. Faiza menyarankan kepada para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang kuat tentang sistem keamanan pangan dan proses produksi yang efisien. Selanjutnya, Syasa Oktalia, S.TP, R&D di PT. Bintang Kencana, memberikan insight mengenai bidang riset dan pengembangan produk pangan. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan konsumen. Marsetyo Ramadhany, S.TP, staf di PT. Advanta Seeds Indonesia, menyampaikan pengalaman tentang pengelolaan sumber daya di sektor pertanian dan pengaruhnya terhadap produksi pangan. Marsetyo menyoroti peran teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan. Pemateri terakhir, Deny Rusmayanto, S.TP, Manajer di PT. Daesang Ingredient Indonesia, berbagi pengalaman mengenai manajemen rantai pasokan dan pengadaan bahan baku dalam industri bahan pangan. Deny juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar dan regulasi dalam menjalankan industri pangan secara efisien. Acara ini dihadiri oleh peserta mahasiswa semester 7 Program Studi Teknologi Pangan UMM yang akan segera menjalani magang di industri pangan. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para pemateri mengenai pengalaman dan persiapan yang perlu dilakukan sebelum terjun ke dunia kerja. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan mahasiswa dapat mempersiapkan diri lebih matang dalam memasuki dunia industri pangan yang penuh tantangan. Acara ini menjadi jembatan yang menghubungkan dunia kampus dengan dunia industri, serta memberikan gambaran nyata tentang profesi dan peran yang dapat diambil di sektor pangan.

Belajar dari Industri Es Krim Modern, Mahasiswa Teknologi Pangan Factory Visit ke PT Aice Ice Cream Jatim Industry

Mojokerto, 13 Juni 2025 – Suasana antusias terlihat dari wajah para mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan saat menginjakkan kaki di kawasan industri PT Aice Ice Cream Jatim Industry. Kunjungan ini menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam proses produksi es krim dari sisi teknologi, inovasi, hingga standar keamanan pangan. Dalam kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat pasif. Mereka terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim Quality Assurance dan bagian produksi PT Aice. Topik-topik yang dibahas mencakup pemilihan bahan baku, proses homogenisasi dan pasteurisasi, teknik pembekuan cepat, hingga strategi distribusi produk agar tetap berkualitas sampai ke tangan konsumen. “Ini pertama kalinya saya melihat langsung proses produksi es krim modern yang serba otomatis. Sangat menarik mengetahui bagaimana PT Aice menjaga konsistensi rasa dan kualitas produknya,” ungkap  peserta factory visit. Mahasiswa yang didampingi oleh dosen pendamping, juga diajak melihat secara langsung area produksi yang menerapkan sistem pengendalian mutu yang ketat dan pengolahan limbah ramah lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan es krim skala besar mengintegrasikan teknologi pangan dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan factory visit ke PT Aice ini menambah daftar pengalaman mahasiswa dalam memahami dunia kerja yang sesungguhnya, serta menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri di bidang teknologi pangan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Factory Visit: PT Amerta Indah Otsuka – Pelajari Inovasi dan Proses Produksi Minuman Fungsional

Pasuruan, 10 Juni 2025 – Sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang industri pangan, Program Studi Teknologi Pangan dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEKPA) melaksanakan kegiatan factory visit ke PT Amerta Indah Otsuka, pabrik yang memproduksi minuman ternama seperti Pocari Sweat dan Soyjoy, yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini diikuti oleh  mahasiswa semester 2 bersama dosen pendamping Dr. Ike Susanti, S.TP, MP, dengan tujuan untuk memahami lebih dalam proses produksi, pengendalian mutu, serta inovasi produk di industri minuman fungsional modern. Mahasiswa disambut hangat oleh tim Public Relations PT Amerta Indah Otsuka, yang mempresentasikan sejarah perusahaan, filosofi kerja, serta komitmen perusahaan terhadap kualitas produk dan keberlanjutan lingkungan. Setelah sesi pemaparan, peserta diajak berkeliling fasilitas produksi dengan standar higienitas tinggi untuk melihat langsung proses pembuatan Pocari Sweat dari tahap formulasi, pengemasan, hingga siap distribusi. “Melalui kunjungan ini, saya jadi lebih paham bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan secara nyata di industri, terutama dalam hal sanitasi, kontrol kualitas, dan efisiensi produksi,” ungkap salah satu peserta factory visit. Dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum pembelajaran berbasis industri. “Kunjungan ke industri pangan besar seperti Otsuka sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan wawasan praktis serta membangun semangat inovatif,” ujarnya. Factory visit ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi pangan, serta menumbuhkan motivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan industri pangan nasional yang sehat, inovatif, dan berdaya saing tinggi.  

Potensi Hayati Lokal Melimpah, Pengolahan & Diversifikasi Produk Sehat-Manfaat Menunggu Inovasi Bangsa Kita

*Ketua PS. P3 Halal UMM/ Guru Besar THP/Teknologi Pangan- Fak Pertanian-Peternakan UMM, Prof. Dr. Ir. Anis Sa’ati, M.P Diawali dengan ingin mengetahui kandungan bebungaan menurut QS An Nahl: 68-69, yang didalamnya mengandung sari-sari bunga yang dapat diolah (lebah) menjadi madu yang mampu mengobati penyakit manusia.  “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” Terpikirlah kandungan-kandungan baik di dalam bunga,putik dan mahkota bunga, yang indah warna dan harum baunya, sehingga kumbang, kupu-kupu juga menghinggapinya. Sejak mengambil tema pigmen pada Tesis S2, menggali potensi pigmen sebagai pewarna alami, Elfi Anis mencobanya dari tamaman pacar air. Dimna dari pengalaman di masyarakat, baik daun, bunga maupun akar tanamannya dapat dijadikan untuk “kutek”, pewarna lami pada kuku jari Wanita. Apalagi di masa kecilnya di Bangil-Pasuruan dulu seringkali digunakan sebagai bahan2 jualan pasar2an anak kecil, di saat panen raya, harganya jatuh banyak dibuang-buang.   Hasilnya cukup menyenangkan ternyata beragam warna merah, pink hingga keunguan mahkota bunga pacar air, mengandung pigmen kelompok antosianin (saat itu tahun 2000an, masih langka penelitian pigmen antosianin). Kami ekstrasi dengan beberapa pelarut yaitu dengan aquades biasa, dengan etanol dan isopropanol, alhamdulillah ekstraksi dengan air plus asam sitrat menghasilkan rendemen dan kadar pigmen yang tidak kalah tingginya dengan pelarut non air (alkohol). Sebagai umat muslim kami berupaya menghasilkan ekstrak pewarna alami yang aman dan lebih bermanffat bagi banyak orang, menggunakan pelarut non alkohol terus dikembangkan, agar tidak bergantung dengan pelarut alkohol (yang akan ditelusur titik kritis haramnya), juga mudah tersedia, air dimana-mana melimpah, dan asam sitrat dapat diganti dengan asam organik lainnya dari alam, seperti sari jeruk, lemon, atau blimbing wuluh.  Kami kemudian berlanjut meneliti Bunga kana (merah dan kuning) di saat kota malang raya, termasuk Batu Jawa Timur sedang melakukan kananisasi”, banyak menanam bunga kana (tasbih) di banyak sepanjang jalan 2 utama maupun di pedesaan. Melalui skema penelitian Fundamental saat itu (2026/07) penelitian kami memperoleh penghargaan sebagai penyaji terbaik Semhas Penelitian DIKTI RI di Jakarta. Namun sebelumnya mmperoleh Hibah Dosen Muda, tahun 2025, melakukan penelitian pemanfaatan Bunga Mawar Sortiran sebagai Bahan pewarna alami. Hasilnya menggembirakan setelah dipajang, disimpan 3-5 hari ternyata bunga mawar masih mengadnung ekstrak pigmen antosianin cukup banyak sekitar 12-18%, dengan kadar gula 10-11%, lebih banyak dibandingkan dengan bunga pacar air yang hanya 0,03%. Seiring waktu, alhamdulillah seringkali memperoleh Hibah Dana penelitian dari DIKTI, Kemenristek DIKTI, sejak tahun 20025, 2006/07 hingga tahun 2023 (Penelitian Terapan Kompetitif), dan pernah menjadi 4-5 kali sebagai Penyaji /dan Peneliti terbaik terpilih mendapat penghargaan saat Seminar hasil penelitian Multitahun (2006, 2008, 2011, 2014, 2019), dengan skema Hibah Bersaing, Fundamental, PUPT/Penelitian Unggulan PT hingga  Hibah Kompetitif.  Beberapa kali produk luaran dari beberapa penelitian tersbut juga memperoleh pengargaan sebagai Poster 5 Produk Terbaik Halal di Kula Lumpur 2011, Dosen Berpretasi TK I UMM (2006, 2008, 2014),  Dosen Berpretasi TK I Kopertsi Wil VII Jatim &  Finalis Tingkat Nasional 2014, Penerima PATPI/ Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Award Juara II 2019 (https://patpi.or.id/news/patpi-award-2019/) ;  Dosen inovatif terpuji tahun 2022, Produk UKM inovatif Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan 2023 : Dosen Inspiratif   Indonesia Mental Health Summit (IMHS) Tahun 2024. Dalam upaya terus menggali potensi kekayaan senywa bioaktif yang dimiliki negri tercinta, peneliti terus mengembangkan beragam bahan dan varian produk agar meningkat daya guna dan manfaatnya bagi kesehatan masyarakat.  Makin dibutuhkannnya produk pangan yang aman, sehat dan halal, serta membantu menjawab permasalahan pangan-gizi bangsa. Tahun 2025 ini, mencoba mengembangkan suplemen yang berguna untuk meningkatkan imunitas dan serapan Hb bagi penderita anemia. Karena kandungan senyawa pada makanan seperti katekin dan tanin yang berlebihan ternyata dapat menghambat serapan Fe dalam darah.   Dengan penelitian Skema Terapan Prototipe, dilakukan suplementasi terhadap minuman ekstrak bunga mawar yang sudah dipatenkan, terbukti tinggi antioksdianj (80-88% akan dikombinasikan dengan ekstrak hayti lokal seperti apello, jeruk dan jahe merah, serta menggabungkan kandungan baik bunga mawar dengan bioaktif, Fe dari daun kelor, bayam merah serta rumptu alut agar kapsulnya dapat dikonsumsi penederita nemia. Diharapkan hasil konsumsi selama 2-3 bulan dapat menigkatkan imunitas dan kadar Hb penderita anemia, para Perempuan/wanita (Bumil, Busui dan Wanita remaja),  dampak selanjutkanya diharapkan dengan menyiapkan Wanita-wanita yang tidak anemia, atau sehat akan menguruangi prevalensi stunting, yang diantaranya dakibatkan sasaran program tersebut mengalami anemia. Smoga riset Inovasi Suplemen Penggunaan Bunga Mawar lokal sebagai Penguat Imun Penderita Anemia : Upaya Mendukung Program Penurunan Angka Stunting dapat dijalankan dengan baik dan sesuai harapan bermafaat dan membawa berkah, Aamin YRA.            

Factory Visit PT Yakult: Belajar Langsung Proses Produksi Minuman Probiotik

Mojokerto, 4 Juni 2025 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan melakukan kunjungan industri (factory visit) ke PT Yakult Indonesia Persada, Mojokerto, sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai proses produksi minuman probiotik secara langsung di industri pangan. mahasiswa semester 4 didampingi oleh dosen pendamping, berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi Yakult yang telah menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari fermentasi bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, pengemasan, hingga distribusi produk. Kunjungan ini diawali dengan pemaparan profil perusahaan, proses produksi, dan komitmen Yakult terhadap mutu dan kesehatan konsumen. Selanjutnya, mahasiswa diajak berkeliling fasilitas pabrik dengan perlengkapan keamanan lengkap, untuk menyaksikan langsung setiap tahapan produksi minuman probiotik tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kami sebagai mahasiswa Teknologi Pangan. Kami bisa melihat secara nyata bagaimana standar industri dijalankan, khususnya dalam produksi minuman fermentasi,” ujar , salah satu peserta kunjungan. Dosen pendamping juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat rutin dilaksanakan sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam hal penerapan ilmu teknologi pangan di dunia kerja nyata. Factory visit ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri agar siap bersaing di dunia industri pangan yang dinamis dan penuh tantangan.

SEMINAR PANGAN AMAN HALAL

PENTINGNYA SERTIFIKASI HALAL : Prospek, Manfaat dan Peluang bagi Perusahaan serta Pengembangan IPTEKS dalam Menyongsong Perdagangan Global Pembicara : Direktur LPPOM MUI Jawa Timur Kepala Quality Assurance Perusahaan Cleo Pandaan Ketua Pusat Kajian Pangan Aman Halal UMM

Kuliah Tamu Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, MP

Dalam rangka meningkatkan wawasan dan peluang bidang ilmu teknologi pangan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan pembicara utama Bapak Profesor Rindit Pambayun selaku Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), beliau juga sebagai Guru Besar dan Ahli Teknolgi Pangan Universitas Sriwijaya Palembang. Tema yang diusung kali ini “Tantangan dan Peluang Sarjana Teknologi Pangan di Era Pasar Bebas ASEAN“

KUNJUNGAN SMK Negeri 02 BATU

Kunjungan SMK 02 Batu ke Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pangan kali ini para siswa kita perkenalkan dengan beberapa analisa dan proses kerjanya. Satu persatu alat yang dipakai untuk suatu analisa dikenalkan setelah itu proses analisa secara langsung didemokan. Ada 6 proses analisa yang diperkenalkan; kadar air, protein, lemak kasar, mikrobiologi, tekstur dan karbohidrat. Kegiatan ini dilakukan secara interaktif, sehingga para siswa secara bebas dapat menanyakan seputar proses dan manfaat analisa tersebut.