YUDISIUM FPP Periode III 2015

Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhamadiyah Malang, bakal menggelar acara yudisium bagi mahasiswanya di ruang AULA Kyai Hadjar Dewantoro UMM Inn pada tanggal 14 September 2015. Bagi mahasiswa di lingkungan FPP yang sudah melakukan Ujian Tugas Akhir untuk segera menyerahkan naskah Tugas Akhir dan Publikasinya,

4 GERAKAN UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS TIDUR ANDA

Insomnia adalah salah satu kontributor terbesar pada proses penuaan dini dan penurunan sistem imun tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan gerakkan ini dapat memperbaiki kualitas tidur dari penderita insomnia kronis secara dramatik, jika dipraktekkan setiap malam menjelang tidur selama dua hingga empat minggu Gerakan Pertama          : –         Berbaringlah dengan posisi punggung dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Tekuk lutut anda, taruh telapak tangan kelutut lalu tarik pakai hingga kedada –         Usahakan ambil napas secara alami. Tahan posisi ini selama sekitar satu menit saja –         Kemudian rileks kaki dan tangan diluruskan kembali. Gerakan Kedua            : –         Posisi tetap berbaring dengan punggung dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Tarik napas bersamaan dengan merentangkan kedua tangan lurus diatas kepala –         Turunkan tangan sambil hembuskan napas –         Pijat tubuh anda mulai dari dada hingga abdomen. –         Ulangi gerakan-2 ini hingga satu menit Gerakan Ketiga            : –         Posisi tetap berbaring dengan punggung dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Kepalkan kedua tangan anda, letakkan dibawah punggung setinggi mungkin kearah bahu –         Tarik napas secara alami tiga kali –         Turunkan kepalan keduatangan anda kepinggang pada hembusan napas yang ketiga –         Ulangi gerakan-2 ini hingga satu menit Gerakan Keempat        : –         Posisi telungkup dengan bagian dada dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Letakkan kedua tangan dibawah abdomen –         Tarik napas pelan-pelan, penuhi dibagian abdomen dan dada –         Rasakan energi meresap keseluruh tubuh anda –         Hembuskan napas pelan-pelan, –         Bayangkan hal-hal negatif keluar dari tubuh anda bersamaan dengan hembusan napas anda –         Rilekskan semua otot anda pada setiap hembusan napas –         Ulangi gerakan-2 ini hingga satu menit Semoga bermanfaat.

Silaturahmi dosen dan mahasiswa ITP

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian-Peternakan pada awal perkuliahan di Tahun Ajaran Baru ini mengadakan acara Silaturahmi, mempertemukan dan mengakrabkan Dosen Pengajar di ITP dengan mahasiswanya. Kegiatan seperti ini bila memungkinkan akan diselenggarakan terus ditahun-tahun mendatang meskipun dalam bentuk yang berbeda agar diantara dosen dan mahasiswanya saling mengenal, sehingga diperkuliahan nanti diharapkan akan terjadi dialog dua arah atau interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Acara yang dihelat pada tanggal 17 September 2012 ini akan dikonsentrasikan dipelataran kebun percobaan Fakultas Pertanian-Peternakan dibawah rindangnya pepohonan dengan hembusan kesegaran udara pagi kota Malang. Para peserta diharapkan sudah siap berkumpul di ruang baca GKB 1 sebelum pukul 07.00, kemudian start jalan pagi menuju kebun percobaan yang berjarak sekitar 1 km. Memakai pakaian bebas dan rapi karena setelah kegiatan ini selesai kegiatan proses belajar mengajarpun sudah menanti……

Kunjungan dari SMKN 2 Batu

Tahun 2012 ini SMKN 2 Batu akan menyelenggarakan kunjungan studi bagi siswa kelas 8 ke  Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Kunjungan kali ini direncanakan tanggal 11 September 2012 dengan peserta sekitar 150 siswa dan 10 guru pendamping

INGIN SEHAT JASMANI DAN ROHANI MINUMLAH KEFIR

MINUMAN SUSU FERMENTASI BERKHASIAT  TINGGI Setelah dilakukan fermentasi susu sapi dan susu kambing dengan mikrobia yang ada dalam kristal kefir rasanya berubah asam dan susu lebih tahan lama untuk disimpan,  Berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Sebagai minuman fungsional, kefir  bisa dikonsumsi bagi orang yang mengalami  kolesterol tinggi, mengurangi risiko timbulnya kanker usus. Pengawetan susu dengan kefir merupakan suatu cara mudah dan murah. Cara  pembuatannya pun  sangat sederhana sehingga dapat dilakukan disetiap  rumah tangga.Kefir dibuat dari susu segar dan butiran kristal kefir. Bahannya bisa susu kambing, domba, atau sapi segar. Kristal kefir dapat dibeli atau diperoleh dari penyaringan kefir sebelumnya. Supaya kristal kefir dapat digunakan seterusnya, maka simpanlah dengan baik. Susu bahan kefir mula-mula dipasteurisasi (dipanaskan pada suhu 80-85oC selama 15-30 menit) dan didinginkan dalam wadah tahan karat atau dari  gelas hingga mencapai suhu kamar (20 – 25oC) , kalau suhu ruangan tinggi atau terlalu rendah maka bisa dilakukan dalam inkubator yang suhunya stabil.. Kemudian ditambahkan butiran bibit kefir sebanyak 1 – 6% (10 – 60 g bibit kefir untuk 1 l susu). Campuran susu dan bibit kefir diinkubasi dengan cara didiamkan pada suhu kamar selama 24 jam, sampai terjadi penggumpalan sempurna. Jagalah tempat fementasi kadang-kadang bisa meluap keluar. Lakukan penyaringan untuk memisahkan kristal kefir dari susu asam tersebut. Susu hasil saringan dapat disimpan pada suhu 4- 8oC selama 12 hari. Kristal kefir dapat digunakan lagi untuk membuat kefir baru . Kandungan gizi kefir tidak berbeda jauh dengan gizi susu bahan kefir. Adapun kelebihannya dibandingkan dengan susu segar adalah karena asam organik yang diproduksi mikrobia kefir  dapat memperpanjang masa simpan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan  mencegah kerusakan susu. Selama proses pembuatan kefir  terjadi fermentasi yaitu perobakan nutrisi dalam susu menjadi bahan bahan yang lebih berkhasiat. Perombakan nutrisi susu oleh mikrobia kristal kefir secara biokimiawi  dilakukan oleh  bakteri asam laktat dan kamir. Akibat dari aktifitas ini maka pH susu turun sampai di bawah 4,0 sehingga  rasanya menjadi asam sesuai dengan  cita rasa kefir yang diinginkan. Selain itu juga terjadi perubahan gula susu (laktosa) menjadi asam sitrat, CO2 , dan etanol, kefiran terbentuk dari polimer  galaktosa dan glukosa. Kefiran ini bisa mencapai  25% dari berat kering butiran kefir. Bakteri asam laktat dalam kefir mempunyai fungsi sebagai probiotik yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan, karena bakteri asam laktat memproduksi senyawa antimikroba, antara lain bakteriosin, hidrogen peroksida, dan berbagai antibiotik. Bakteri asam laktat membentuk koloni dan menciptakan lingkungan dalam saluran pencernaan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri patogen yang masuk ke tubuh. Adanya aktivitas bakteri asam laktat maka dapat mencegah diare yang disebabkan bakteri patogen, mencegah infeksi saluran urine, mengurangi risiko timbulnya kanker atau tumor saluran pencernaan dan organ lain, menurunkan kadar kolesterol serum darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, merangsang terbentuknya sistem imun, membantu penderita lactose intolerance dalam mengkonsumsi susu, dan memperlancar buang air besar. oleh, Ir. Sukardi, MP. Ketua Program Studi Food Science and Technology dibantu oleh Renita dan Intan

TIWUL INSTAN KAYA VITAMIN A DARI TEPUNG CASSAVA TERMODIFIKASI

Pemanfaatan cassava yang kurang optimal menjadi suatu kendala tersendiri mengapa selama ini cassava dipandang sebelah mata dan memiliki nilai jual yang cukup rendah. Selama ini masyarakat umum banyak memanfaatkan cassava hanya secara tradisional dan tanpa sentuhan teknologi sama sekali misalnya di kukus, di goreng, di jadikan gaplek, dibuat tiwul secara tradisional, serta produk-produk lain yang kurang menarik dan kurang memiliki nilai ekonomi. Tiwul instan merupakan salah satu alternatif bentuk pemanfaatan tehnologi tepat guna untuk menjadikan produk olahan cassava lebih menarik. Tiwul yang diolah secara tradisional memiliki kelemahan utama yaitu mudah rusak karena kandungan air yang cukup tinggi. Selain itu mobilitas masyarakat yang begitu besar mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang praktis dan efisien dalam pengolahannya, sehingga mereka lebih memilih produk instan dari pada produk non instan. Selama ini produk dari tiwul instan kurang diminati karena memiliki kandungan gizi yang sangat rendah. Bertolak dari persoalan tersebut, Khoirul Daroji, Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UMM dibawah bimbingan Dr.Ir. Damat, MP telah berhasil mengembangkan tiwul kaya vitamin A. Teknik tersebut dilakukan dengan melakukan proses fortifikasi. Pengembangan produk tersebut diharapkan dapat menurunkan persoalam defisiensi masalah gizi buruk di Indonesia, terutama vitamin A. Pada saat ini di Indonesia masih dinyatakan masyarakatnya masih kekurangan vitamin A, khususnya banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 30 % kematian bayi dan balita disebabkan kekurangan vitamin A. Sedangkan di Indonesia sekitar 14,6% anak di atas usia 1 tahun mengalami kekurangan vitamin A. Fortifikasi vitamin A dilakukan dengan menggunakan labu kuning. Selain merupakan tanaman asli Indonesia, selama ini labu kuning juga jarang dimanfaatkan menjadi produk yang menarik padahal kandungan vitamin A begitu besar. oleh Dr.Damat, MP., Peneliti Pangan dan Hortikultura UMM.  

WASPADAI BAHAN TAMBAHAN DALAM MAKANAN ANDA

Semakin maju bangsa, tuntutan dan perhatian terhadap penyediaan pangan secara kuantitas dan kualitas besar sekali. Mereka semakin sadar akan mutu pangan yang dikonsumsi, agar senantiasa sehat kehidupan yang mereka jalani, maka bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga harus bergizi dan sehat. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-undang Pangan RI Nomor 7 Tahun 1996, tentang keamanan pangan didefinisikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah kondisi pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Hingga kini produsen makanan dalam menjalankan bisnisnya dengan segala keterbatasannya masih banyak yang mengabaikan aspek higienis dan kesehatan, sehingga hasil produknya masih beresiko dan berpotensi tinggi terhadap kontaminasi bakteri, virus penyakit berbahaya atau bahan kimia berbahaya, begitu juga penggunaan bahan tambahan/aditif berbahaya (yang tidak boleh dipakai untuk makanan) dan atau bahan tambahan pangan (BTP) sintetik secara berlebihan. Di banyak tempat, penjaja makanan keliling atau warung, sekitar sekolah, terminal, pasar bahkan toserba masih banyak ditemukan makanan-minuman yang mengandung bahan aditif, yang paling sering dipakai adalah zat pemanis, pengawet, penambah cita rasa (MSG, essence)  dan pewarna buatan. Penggunaan bahan aditif yang melebihi batas ambang pemakaian, dapat  mengakibatkan penyakit karsinogenik (tumor, kanker). Hasil survey terakhir FAO, penyebab kematian pertama di dunia adalah diakibatkan oleh penyakit tumor dan kanker. Pembangunan di bidang teknologi pangan dan kesehatan, diantaranya menjadikan penduduk Indonesia sebagai konsumen yang sadar kesehatan dengan pola makan ”sadar gizi”, bukan ”sadar rasa”. Karena sadar gizi mengarah untuk memilih/membeli makanan yang menyehatkan, bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, tidak sekedar mengenyangkan perut apalagi hanya mengutamakan cita rasa saja.  Hasil survey ditemukan kasus penyakit tekanan darah tinggi banyak dialami oleh masyarakat Asia yang terbiasa mengkonsumsi garam (Na Cl) dengan kadar tinggi dalam makanannya, yaitu 7,6 – 8,2 g / hari, padahal kebutuhan tubuh rata-rata per hari hanya sebesar 2,5 – 3,0 g (jika mengonsumsi 2.500 – 3.000 Kal). Kehadiran natrium klorida dalam produk-produk makanan ringan (snack) juga memberi kontribusi jenis makanan yang berlebihan natrium, yang mungkin menyebabkan hipertensi pada beberapa individu. Hasil survey yang lain adalah pemakaian zat pewarna dan essence buatan pada makanan-minuman seperti jelly, sari buah, minuman instan, es sirup, cendol, permen, kembang gula (bahasa Jawa: arbanat). Kelompok makanan tersebut juga dicurigai banyak menggunakan zat pemanis buatan sakarin dan siklamat. Padahal makanan-makanan tersebut amatlah sering dikonsumsi anak-anak sekolah, terutama usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar, kondisi demikian amatlah merisaukan. Penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk bahan pangan; misalnya zat pewarna tekstil yang mestinya digunakan untuk benang, kain dan kulit malah dipakai untuk mewarnai bahan makanan. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena adanya residu logam berat dari zat warna tersebut. Munculnya penyalahgunaan bahan tambahan /aditif pangan tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat mengenai zat pewarna untuk makanan, para produsen makanan belum memahami akan bahaya bahan aditif  buatan yang digunakan tersebut atau disebabkan karena tidak adanya penjelasan dalam label yang melarang penggunaan senyawa tersebut untuk bahan pangan. Jika penggunaan bahan aditif buatan tidak diwaspadai bersama, maka secara perlahan kondisi kesehatan masyarakat akan menurun (mengakibatkan berkembangnya penyakit tumor, kanker, gangguan pernapasan, kulit dan lain-lain) karena mengonsumsi berlebihan, secara terus menerus dan tanpa pemantauan secara baik. Disinilah masyarakat kampus atau peneliti dituntut peran aktifnya dalam mencari solusi guna membantu mengatasi permasalahan yang berkembang di masyarakat kita. Di negara maju penggunaan zat pewarna alami telah digunakan secara meluas pada makanan seperti produk daging dan unggas, susu, tepung, roti, minuman, bahkan juga pada obat-obatan dan kosmetik, karena dinilai lebih aman. Zat pewarna alami didapat dari hasil pengembangan antara lain pigmen karotenoid, kurkumin, antosianin dan pigmen lainnya. Pigmen-pigmen tersebut dapat diperoleh dari jaringan buah, bunga, daun, batang maupun akar  dari kelompok tanaman buah, sayuran dan bunga. Dari bagian tanaman (hayati laut maupun daratan) tersebut terbukti selain dapat menyumbangkan pewarna alami juga dapat berfungsi sebagai komponen yang dapat menangkap radikal bebas (sebagai antioksidan) sehingga dapat mengurangi resiko tumor dan kanker. Setiap jenis pigmen tersebut memiliki kelebihan tersendiri, selain sebagai pewarna alami pada produk makanan-minuman dan produk industri lainnya tapi juga membantu dalam dunia kesehatan (makanan, minuman, obat/farmasi) dan kosmetik. Pigmen klorofil (penyumbang warna alami hijau) dapat diperoleh dari daun pandan betawi/suji, bayam; pigmen antosianin (penyumbang warna oranye, merah dan keunguan) dapat diperoleh dari bunga mawar, turi dan kana merah, buah juwet, strawberi, arbei/ murbei, ubi jalar ungu; pigmen karotenoid (penyumbang warna kuning-oranye-merah) dapat diperoleh dari buah tomat, wortel, pisang, rumput laut merah dan coklat.  Indonesia amatlah kaya dengan potensi sumberdaya alamnya, tinggal bagaimana pemerintah dan para pemerhati makanan sehat dapat memanfaatkannya secara optimal, kemudian disosialisasikan kepada produsen (bidang pangan, farmasi dan kosmetik) serta masyarakat secara luas. Temuan-temuan tersebut sesuai dengan bunyi ayat suci orang Islam yaitu Al-Qur’an QS 35 ayat 27 : ”Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Alloh menurunkan hujan dari langit, lalu dengan air itu Kami mengeluarkan buah-buahan/ bunga yang beraneka warna ?”, dan QS Asy-Syu’araa/26 ayat 69 : “Dari perut lebah keluar minuman (madu, sebagai sari bunga) bermacam-macam warnanya, yang  di dalamnya terdapat obat bagi manusia”. Mutu gizi makanan seseorang dapat diperbaiki bila makanan yang dikonsumsi beragam. Tiap-tiap jenis makanan mempunyai sifat-sifat inderawi seperti cita rasa, tekstur, dan bau, juga mempunyai sifat-sifat kimiawi seperti komposisi zat gizi maupun daya cerna serta manfaat bagi tubuh yang berbeda-beda. Tidak ada satu jenis makanan yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan manusia akan zat gizi, oleh karenanya perlu dikonsumsi secara bersamaan agar meningkatkan kandungan gizi dan kualitas pigmen yang saling melengkapi dalam menjaga kesehatan tubuh manusia.   Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP.,  Staf Pusat Kajian Makanan Aman dan Halal

PENGUKUHAN GURU BESAR

Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang menambah Guru Besar yaitu Prof. Dr. Ir. Noor Harini, MS. dengan bidang keahlian Teknologi Hasil Pertanian. Prof. Dr. Ir. Noor Harini, MS merupakan dosen di Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan (THP) Fakultas Pertanian-Peternakan yang menyandang gelar guru besar untuk wanita PERTAMA KALI di Fakultas Pertanian-Peternakan dan Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan adanya Guru besar dibidang teknologi hasil pertanian, Jurusan ITP / THP semakin kompeten dalam mencetak alumni-alumni yang siap dalam dunia kerja dan juga di dukung oleh Akreditasi Jurusan yang memperoleh nilai “A”.