Dosen Teknologi Pangan UMM Gandeng Kampus Tiongkok Kembangkan Riset Pangan Halal dan Produk Sehat Berbasis Inovasi Global

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya sebagai kampus Islam berkelas dunia melalui langkah strategis di tingkat internasional. Melalui Pusat Pendampingan dan Pengembangan Halal Universitas Muhammadiyah Malang (PS. P3Halal), UMM resmi menjalin kerja sama dengan Fuyao University of Science and Technology (FYUST), Tiongkok, untuk mengembangkan riset pangan halal-thayyib, pangan fungsional, serta inovasi produk sehat yang mampu menjawab tantangan pasar global. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama yang dilaksanakan langsung di kampus FYUST di Kota Fuzhou. Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. selaku Kepala PS. P3Halal UMM bersama Giong Lin selaku Dekan sekaligus perwakilan Yayasan FYUST. Mendukung Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia Dalam sambutannya, Prof. Elfi menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata UMM dalam mendukung visi besar Indonesia untuk menjadi salah satu pusat kepemimpinan industri halal dunia. “Langkah ini adalah upaya kita mendukung target Indonesia menjadi pusat kepemimpinan halal dunia pada tahun 2026. Dengan proyeksi pasar halal global mencapai US$ 9 triliun pada tahun 2030, UMM harus mengambil peran sentral,” ujar Prof. Elfi. Menurutnya, kolaborasi internasional ini tidak sekadar memperluas jejaring akademik, tetapi juga menjadi implementasi nyata semangat Muhammadiyah Berkemajuan dan konsep “Kampus Berdampak” yang mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat global. Fokus pada Produk Halal-Thayyib dan Pangan Fungsional Kerja sama UMM dan FYUST difokuskan pada pengembangan produk yang tidak hanya halal, tetapi juga thayyib, yaitu aman, sehat, dan bermanfaat bagi kesehatan. Bidang riset yang akan dikembangkan mencakup: Pangan halal dan sistem jaminan halal Pangan fungsional berbasis senyawa bioaktif Suplemen kesehatan alami Kosmetik halal Deteksi titik kritis kehalalan melalui analisis DNA babi dan kadar etanol Pendampingan sertifikasi halal bagi industri di Tiongkok Delegasi UMM juga berkesempatan meninjau laboratorium mutakhir milik FYUST yang memiliki fokus kuat pada pengujian molekuler dan analisis kehalalan bahan pangan. Sinergi Keilmuan dan Inovasi Produk Prof. Elfi menjelaskan bahwa FYUST memiliki fokus penelitian pada polifenol dan tanaman umbi-umbian, yang sangat selaras dengan berbagai riset unggulan UMM. Salah satu inovasi yang dibawa UMM adalah pengembangan suplemen anti-mikroplastik berbasis pigmen ubi jalar ungu untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini akan melibatkan sejumlah pakar UMM, antara lain Prof. Damat dan Prof. Warkoyo, serta tim multidisiplin dari bidang kedokteran dan kesehatan. Dengan pendekatan lintas ilmu, produk yang dihasilkan diharapkan memiliki landasan ilmiah yang kuat, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar halal internasional. Membuka Peluang Global bagi Mahasiswa dan Dosen Kerja sama ini juga membawa manfaat besar bagi sivitas akademika UMM, khususnya mahasiswa dan dosen di bidang teknologi pangan, pertanian, dan kesehatan. Peluang yang akan dikembangkan meliputi: Penelitian bersama (joint research) Publikasi internasional bereputasi Pertukaran mahasiswa dan dosen Magang riset internasional Pengembangan produk inovatif berbasis halal dan kesehatan Bagi mahasiswa, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk terlibat dalam riset bertaraf global dan memperluas wawasan mengenai industri halal internasional yang terus berkembang pesat. Menuju Lembaga Pemeriksa Halal Internasional Sebagai agenda jangka panjang, UMM dan FYUST menargetkan pembentukan lembaga sejenis Lembaga Pemeriksa Halal Luar Negeri di lingkungan FYUST. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem halal di Tiongkok yang selaras dengan regulasi dan standar halal Indonesia. Melalui kolaborasi strategis ini, UMM semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi pangan, dan industri halal global. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UMM untuk menjadi perguruan tinggi yang berdampak, melintasi batas negara, dan menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dunia.
Program Studi Teknologi Pangan UMM Terima Kunjungan Akademik dari Universitas Widya Dharma Klaten

Universitas Muhammadiyah Malang melalui Program Studi Teknologi Pangan menerima kunjungan akademik dari Universitas Widya Dharma Klaten, khususnya dari Program Studi Teknologi Pangan, pada 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi akademik sekaligus sarana berbagi pengalaman mengenai pengelolaan program studi, fasilitas laboratorium, dan pengembangan unit bisnis berbasis teknologi pangan. Rombongan dari Universitas Widya Dharma Klaten disambut secara resmi oleh Mochammad Wachid, S.TP., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan I Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) UMM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan berharap kegiatan tersebut dapat mempererat kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang teknologi pangan. Selanjutnya, sambutan sekaligus pemaparan materi disampaikan oleh Hanif Alamudin Manshur, S.Gz., M.Si. selaku Ketua Program Studi Teknologi Pangan UMM. Pada sesi ini, beliau memperkenalkan profil Program Studi Teknologi Pangan UMM, mulai dari kurikulum, bidang keilmuan unggulan, aktivitas mahasiswa, hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan penelitian. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang membahas berbagai topik, seperti pengembangan kurikulum, penguatan kompetensi mahasiswa, strategi peningkatan mutu akademik, serta peluang kolaborasi antarprogram studi. Suasana diskusi yang hangat menunjukkan semangat bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan teknologi pangan di Indonesia. Setelah sesi diskusi, rombongan diajak mengunjungi Laboratorium Teknologi Pangan UMM untuk melihat secara langsung fasilitas praktikum dan penelitian yang digunakan mahasiswa dan dosen dalam mendukung kegiatan akademik maupun riset. Peserta juga berkesempatan mengunjungi UMM Bakery, unit bisnis unggulan UMM yang menjadi sarana penerapan ilmu teknologi pangan dalam pengembangan produk roti dan bakery berkualitas. Melalui kunjungan ini, kedua institusi diharapkan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Program Studi Teknologi Pangan UMM dalam berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UMM Perluas Wawasan Global melalui International Guest Lecture Bersama Pakar Jepang

Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (HIMATEPA UMM) turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan International Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang pada 3 Maret 2026 di Hall BAU UMM. Kegiatan bertema “Food Materials (Plant Extracts, Lactic Acid Bacteria) Leading to Symptom Improvement in Tear Secretion Function Disorder (Dry Eye) – The Influence of Gut Environment” ini menghadirkan Kenjirou Ogawa, Ph.D. dari University of Miyazaki sebagai pemateri utama, dengan Ayu Diawi Ismayawati, S.TP., M.Sc., Ph.D. sebagai moderator. Wadah Pengembangan Akademik dan Organisasi Mahasiswa Bagi HIMATEPA UMM, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan riset internasional di bidang mikrobiologi pangan dan pangan fungsional. Materi yang disampaikan menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan dan bakteri asam laktat tidak hanya berperan dalam proses fermentasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesehatan melalui pengaruhnya terhadap keseimbangan mikrobiota usus. Wawasan ini sangat relevan dengan kompetensi mahasiswa Teknologi Pangan, terutama dalam memahami bagaimana mikroorganisme dan komponen bioaktif pangan dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa Melalui kegiatan ini, anggota HIMATEPA UMM memperoleh kesempatan untuk: Memahami tren riset global tentang hubungan antara pangan, mikrobiota usus, dan kesehatan manusia. Mengenal aplikasi bakteri asam laktat sebagai probiotik dalam pengembangan pangan fungsional. Mendapat inspirasi untuk penelitian, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan inovasi produk. Melatih kemampuan berkomunikasi akademik dalam forum internasional. Memperluas jejaring dan semangat kolaborasi lintas negara. Menguatkan Peran HIMATEPA sebagai Organisasi Akademik Partisipasi aktif HIMATEPA UMM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen organisasi mahasiswa untuk mendukung pengembangan kompetensi anggotanya, tidak hanya dalam aspek organisasi, tetapi juga dalam bidang akademik dan penelitian. Kuliah tamu internasional seperti ini menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan mutakhir sekaligus membangun perspektif global. Menumbuhkan Semangat Inovasi International Guest Lecture ini memberikan motivasi bagi mahasiswa Teknologi Pangan UMM untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk pangan yang aman, bergizi, dan memiliki manfaat kesehatan. Dengan memahami konsep gut environment dan pangan fungsional, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan gagasan kreatif yang berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan industri pangan di masa depan.
International Guest Lecture Teknologi Pangan UMM: Inovasi Pangan Fungsional dan Bakteri Asam Laktat untuk Menjaga Kesehatan Mata melalui Keseimbangan Mikrobiota Usus

Universitas Muhammadiyah Malang melalui Program Studi Teknologi Pangan kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional berupa International Guest Lecture pada 3 Maret 2026 di Hall BAU UMM. Kegiatan ini mengangkat tema: “Food Materials (Plant Extracts, Lactic Acid Bacteria) Leading to Symptom Improvement in Tear Secretion Function Disorder (Dry Eye) – The Influence of Gut Environment.” Kuliah tamu internasional ini menghadirkan narasumber terkemuka, Kenjirou Ogawa, Ph.D. dari University of Miyazaki, dengan moderator Ayu Diawi Ismayawati, S.TP., M.Sc., Ph.D.. Acara diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti yang antusias mendalami perkembangan terbaru dalam bidang mikrobiologi pangan, pangan fungsional, dan kesehatan. Menjelajahi Hubungan Pangan, Mikrobiota Usus, dan Kesehatan Mata Dalam pemaparannya, Dr. Ogawa menjelaskan bahwa berbagai bahan pangan alami, khususnya ekstrak tumbuhan dan bakteri asam laktat, memiliki potensi besar untuk membantu memperbaiki gejala dry eye syndrome atau gangguan sekresi air mata. Menariknya, manfaat tersebut tidak hanya berasal dari senyawa aktif yang terkandung dalam pangan, tetapi juga melalui mekanisme yang melibatkan keseimbangan mikrobiota usus. Konsep ini menegaskan pentingnya gut-eye axis, yaitu hubungan antara kondisi mikroorganisme di saluran pencernaan dengan kesehatan organ lain, termasuk mata. Perubahan komposisi mikrobiota usus dapat memengaruhi sistem imun, mengurangi inflamasi, dan mendukung fungsi fisiologis tubuh secara menyeluruh. Wawasan Baru bagi Mahasiswa Teknologi Pangan Bagi mahasiswa Teknologi Pangan UMM, kuliah tamu ini memberikan pemahaman yang sangat relevan terhadap perkembangan ilmu pangan modern, khususnya dalam dua bidang utama: 1. Mikrobiologi Pangan Mahasiswa memperoleh wawasan mendalam mengenai peran bakteri asam laktat sebagai mikroorganisme menguntungkan yang dapat dikembangkan menjadi probiotik. Mikroorganisme ini tidak hanya penting dalam fermentasi pangan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang teruji secara ilmiah. 2. Pangan Fungsional Kuliah ini memperluas pemahaman mahasiswa tentang bagaimana bahan pangan dapat dirancang untuk memberikan manfaat fisiologis tertentu. Ekstrak tumbuhan dan kultur bakteri dapat diformulasikan menjadi produk inovatif seperti minuman probiotik, suplemen, dan makanan fungsional yang mendukung kesehatan mata dan sistem imun. 3. Peluang Penelitian dan Inovasi Produk Materi yang disampaikan membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan topik penelitian dan tugas akhir yang mengintegrasikan mikrobiologi pangan, bioaktif alami, serta pengembangan produk fungsional berbasis bukti ilmiah. Mendorong Kolaborasi dan Perspektif Global Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Teknologi Pangan UMM dalam menghadirkan pengalaman belajar internasional dan memperkuat jejaring akademik global. Melalui interaksi langsung dengan peneliti dari Jepang, mahasiswa memperoleh perspektif baru tentang tren riset pangan yang menghubungkan ilmu teknologi pangan dengan kesehatan manusia. International Guest Lecture ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi berbasis pangan yang tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.
Teknologi Pangan UMM Sosialisasikan Keamanan Pangan dan Deteksi Cepat BTP Berbahaya di SMAN 1 Sidoarjo

Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi ke sekolah melalui tema “Keamanan Pangan: Deteksi Cepat Penambahan Bahan Tambah Pangan (BTP) Berbahaya”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Sidoarjo dan diikuti oleh siswa-siswi dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya keamanan pangan sekaligus memperkenalkan Program Studi Teknologi Pangan UMM sebagai pilihan studi yang relevan dengan isu-isu pangan terkini. Sosialisasi program studi disampaikan oleh Sekretaris Program Studi Teknologi Pangan UMM, Afifah Husnah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan ruang lingkup keilmuan Teknologi Pangan yang mencakup pengolahan, pengawetan, pengemasan, pengendalian mutu, hingga aspek keamanan pangan. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai sistem perkuliahan, kegiatan praktikum berbasis laboratorium, peluang magang industri, serta prospek lulusan yang luas di sektor industri pangan, penelitian, maupun wirausaha. Materi utama tentang keamanan pangan dan deteksi cepat BTP berbahaya disampaikan oleh Ayu Diawi Ismayawati. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada konsep Bahan Tambah Pangan (BTP), baik yang diizinkan maupun yang dilarang penggunaannya. Dijelaskan pula contoh BTP berbahaya yang sering disalahgunakan, seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil, serta dampaknya terhadap kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Lebih lanjut, pemateri menjelaskan metode sederhana dan cepat yang dapat digunakan untuk mendeteksi indikasi adanya BTP berbahaya pada produk pangan, termasuk pengamatan fisik, uji sederhana, serta pentingnya membeli produk pangan yang telah terdaftar dan berizin edar resmi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan siswa sebagai konsumen cerdas. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap isu keamanan pangan, terutama terkait cara membedakan makanan yang aman dan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Pangan UMM tidak hanya memperkenalkan jurusan kepada calon mahasiswa, tetapi juga menjalankan peran edukatif dalam meningkatkan literasi keamanan pangan di kalangan generasi muda. Diharapkan, siswa semakin sadar akan pentingnya memilih pangan yang aman serta tertarik untuk mendalami bidang Teknologi Pangan sebagai bagian dari kontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan industri pangan yang berkelanjutan.
Teknologi Pangan UMM Goes To School di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo

Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan “Teknologi Pangan Goes To School” sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan pengenalan jurusan kepada siswa sekolah menengah atas. Kegiatan kali ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Taman dan diikuti oleh siswa-siswi kelas XII yang antusias menyimak pemaparan materi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai Program Studi Teknologi Pangan UMM, mulai dari ruang lingkup keilmuan, sistem perkuliahan, fasilitas laboratorium, hingga prospek karier lulusan di dunia industri pangan. Ketua Program Studi Teknologi Pangan UMM, Hanis Alamudin Manshur, S,Gz., M.Si dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Teknologi Pangan merupakan bidang ilmu yang mempelajari pengolahan bahan hasil pertanian dan peternakan menjadi produk pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan bernilai tambah. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga keterampilan praktis melalui kegiatan laboratorium dan praktikum berbasis industri. Beliau juga menyampaikan berbagai prospek lulusan Teknologi Pangan, di antaranya sebagai quality control, research and development (R&D), auditor keamanan pangan, wirausahawan di bidang pangan, hingga bekerja di industri makanan dan minuman skala nasional maupun multinasional. Selain itu, peluang berkarier di lembaga penelitian dan instansi pemerintah juga terbuka luas. Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan fasilitas unggulan yang dimiliki oleh Program Studi Teknologi Pangan UMM, seperti laboratorium kimia pangan, mikrobiologi pangan, pengolahan pangan, serta dukungan pengembangan kewirausahaan berbasis produk inovatif. Keunggulan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri serta peluang magang dan kolaborasi dengan mitra industri turut menjadi daya tarik tersendiri. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya minat siswa terhadap bidang Teknologi Pangan. Melalui kegiatan Goes To School ini, diharapkan siswa kelas XII mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam menentukan pilihan studi lanjut sesuai minat dan potensi mereka. Program Studi Teknologi Pangan UMM berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pengenalan keilmuan pangan kepada generasi muda sebagai bagian dari kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang industri pangan nasional.
Meracik Ilmu dari Biji ke Industri: Kuliah Pakar Kopi–Kakao dan Sosialisasi CoE Cokelat Batch 4 Hidupkan Semangat Inovasi Mahasiswa

Malang, 26 November 2025 — Aula BAU UMM pada Rabu pagi itu dipenuhi energi mahasiswa angkatan 2023 yang hadir mengikuti kegiatan “Kuliah Pakar Kopi–Kakao dan Sosialisasi Program CoE Cokelat Batch 4”. Suasana hangat tercipta sejak awal, seolah mengingatkan bahwa dua komoditas utama Indonesia—kopi dan kakao—tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi juga peluang inovasi yang luas di era modern. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang mewakili dunia industri dan akademik. Mereka berbagi kisah, pengalaman, dan pengetahuan yang mengalir seperti proses panjang pengolahan biji kopi dan kakao hingga menjadi produk bernilai jual tinggi. Pemateri pertama, Alif Wahyu Dewa Ananta Mulyono, S.T., CEO Cokelat Mojopahit, membawa peserta pada perjalanan epik dari sebuah biji kakao hingga menjadi produk cokelat yang dikenal secara regional. Ia bercerita tentang proses membangun usaha dan bagaimana ia menjadikan inovasi sebagai ruh utama perusahaannya. “Industri kakao itu tidak sekadar soal rasa. Ini tentang cerita, kualitas, dan keberanian untuk terus berinovasi,” ungkapnya. Alif menekankan bahwa kemampuan memahami bahan baku, teknologi proses, serta kedekatan dengan petani merupakan fondasi utama untuk menghasilkan produk yang lebih berdaya saing di pasar modern. Sesi berikutnya menghadirkan Ila Dwi Damayanti, S.M., Owner PT Jee Coffee Indonesia, yang membawa suasana berbeda dengan kisah perjalanannya dalam industri kopi. Ila menyampaikan bagaimana kopi telah berkembang menjadi komoditas gaya hidup dengan nilai ekonomi tinggi. Ia berbagi tentang pentingnya memahami karakter biji kopi, pengolahan pascapanen, serta inovasi dalam penyajian agar mampu bersaing di pasar. “Kopi bukan hanya minuman. Ia adalah identitas, seni, dan bisnis yang bertemu dalam satu cangkir. Jika kalian memahami bijinya, kalian akan mampu menciptakan nilai tambahnya,” jelasnya. Para mahasiswa terlihat antusias ketika Ila membahas tren kopi masa kini, termasuk produk kopi siap minum dan potensi pasar global. Sebagai pemateri ketiga, Afifa Husna, S.TP., M.TP., Dosen Teknologi Pangan UMM, melengkapi rangkaian sesi dengan menyampaikan sosialisasi Program CoE Cokelat Batch 4. Afifa menjelaskan bahwa program ini merupakan wadah unggulan UMM dalam mencetak mahasiswa yang memiliki kompetensi khusus di bidang kakao, mulai dari pengolahan, pengembangan produk, hingga inovasi bisnis berbasis cokelat. Ia memaparkan alur program, peluang praktik langsung, hingga manfaat yang akan diperoleh mahasiswa. “CoE Cokelat bukan hanya pelatihan. Ini adalah jembatan antara teori, praktik, dan kebutuhan industri. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami ilmu, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam bentuk produk nyata,” ungkapnya. Kegiatan ini tidak hanya membuat mahasiswa memahami dinamika industri kopi dan kakao, tetapi juga membuka mata mereka bahwa keduanya memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi. Diskusi interaktif antara mahasiswa dan pemateri menunjukkan tingginya minat mereka terhadap peluang riset, kewirausahaan, hingga prospek karier di bidang minuman dan cokelat fungsional. Melalui rangkaian Kuliah Pakar dan sosialisasi ini, Program Studi Teknologi Pangan UMM berharap mahasiswa angkatan 2023 semakin siap bersaing di dunia industri pangan yang terus berevolusi. Dengan bekal pengetahuan, inspirasi, dan kesempatan melalui CoE Cokelat Batch 4, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi inovator yang meracik potensi lokal menjadi produk bernilai global.
Dari Kampus ke Dunia Kerja: Kisah Perjalanan Alumni Warnai Kuliah Perdana Teknologi Pangan UMM 2025

Malang, 22 Oktober 2025 — Suasana Aula Teknik GKB 3 UMM pagi itu dipenuhi antusiasme mahasiswa baru angkatan 2025 yang mengikuti Kuliah Perdana Program Studi Teknologi Pangan UMM. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia akademik sekaligus memberikan gambaran nyata tentang masa depan karier di bidang pangan. Tahun ini, Kuliah Perdana menghadirkan tiga alumni lintas generasi yang kini berkarier di pemerintahan, akademik, dan industri. Ketiganya tidak hanya berbagi kisah perjalanan masing-masing, tetapi juga menekankan pentingnya penguasaan sains dasar sebagai fondasi menuju profesionalitas di masa depan. Pemateri pertama, Fitri Hasanah, S.TP., M.Si., alumni angkatan 2001 yang kini bekerja di Kementerian Perindustrian, mengawali pemaparannya dengan cerita bagaimana ia dulu duduk sebagai mahasiswa baru yang masih mencari arah. Ia menekankan bahwa memahami sains dasar seperti kimia, mikrobiologi, dan teknologi proses adalah bekal penting yang membantunya bekerja dalam penyusunan regulasi industri pangan nasional. “Jangan pernah remehkan mata kuliah sains dasar. Regulasi yang saya buat setiap hari lahir dari analisis ilmiah. Kalian harus paham prosesnya jika ingin berkontribusi pada kebijakan pangan nasional,” pesannya. Fitri juga menggambarkan bahwa bekerja di pemerintahan menuntut ketelitian, kemampuan berpikir analitis, dan kemauan untuk terus belajar menyesuaikan dinamika industri. Sesi kedua menghadirkan Ni’matus Sholihah, S.TP., M.T.P., alumni 2013 yang kini menjadi Dosen di Institut Teknologi Kalimantan. Dengan gaya yang hangat, ia menjelaskan bahwa karier akademik tidak dapat dilepaskan dari sains dasar. Ia mengibaratkan sains dasar sebagai bahasa ilmu yang memungkinkan seseorang membaca dan menciptakan pengetahuan baru. “Sains dasar adalah bahasa ilmu. Jika kalian menguasainya, riset akan terbuka lebar dan kalian dapat menciptakan pengetahuan baru,” ungkapnya. Ni’matus juga berbagi perjalanan kariernya mulai dari studi lanjut, pengalaman penelitian, hingga bagaimana membangun kompetensi untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi. Pemateri terakhir, Eris Endraswari, S.TP., alumni angkatan 2018 yang bekerja sebagai Junior Manager Product Development di PT Pesta Pora Abadi, membawa perspektif berbeda dari dunia industri. Ia menuturkan bahwa setiap produk pangan yang berakhir di rak supermarket bermula dari pemahaman mendalam tentang reaksi kimia, karakteristik bahan, dan teknik pengolahan. “Di industri, kreativitas itu penting. Namun kreativitas tanpa dasar sains hanya akan menjadi tebakan. Inovasi yang kuat lahir dari pemahaman ilmiah dan keberanian menguji ide,” ujarnya. Eris juga membagikan proses meniti karier di industri yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin. Kuliah Perdana ini menjadi ruang yang menghubungkan pengalaman nyata para alumni dengan harapan mahasiswa baru yang sedang memulai perjalanan akademiknya. Ketiga pemateri secara konsisten menekankan bahwa sains dasar merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan, karena kemampuan memahami konsep ilmiah akan sangat menentukan kesiapan mahasiswa untuk memasuki beragam peluang karier di bidang pangan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai strategi belajar, peluang karier, hingga langkah mempersiapkan diri sejak semester awal. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Pangan UMM berharap mahasiswa angkatan 2025 dapat melangkah dengan keyakinan yang lebih kuat, memahami pentingnya membangun dasar ilmu yang kokoh, serta lebih siap menapaki perjalanan akademik dan profesional di masa depan.
Training Post-Harvest Cokelat di Jembrana Bali: Kolaborasi UMM, vLiruos, dan Perkebunan Cokelat di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang

Sumbermanjing Wetan, 16 Oktober 2025 — Kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), vLiruos, dan para petani kakao di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, berhasil menyelenggarakan kegiatan Training Post-Harvest Cokelat yang bertujuan meningkatkan kualitas pengolahan pascapanen kakao di tingkat petani. Kegiatan ini diikuti oleh para petani kakao yang berasal dari wilayah Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam proses pascapanen kakao, terutama pada tahapan fermentasi, pengeringan, dan pengolahan biji kakao untuk menghasilkan kualitas cokelat premium yang memenuhi standar industri. Pelatihan menghadirkan narasumber utama, Bapak Hendy Firmanto, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka/ICCRI) Jember. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pengendalian mutu pada tahap pascapanen untuk meningkatkan nilai jual kakao dan daya saing produk cokelat nasional. Materi yang disampaikan meliputi: Teknik fermentasi biji kakao yang benar Faktor-faktor penentu cita rasa cokelat Pengeringan biji kakao yang higienis dan efisien Pengendalian mutu pascapanen untuk kebutuhan industri Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti sesi materi maupun praktik lapangan, serta aktif bertanya mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam proses pengolahan di tingkat kebun. Kegiatan ini turut didampingi oleh Dahlia Elianarni, M.Sc, Dosen Teknologi Pangan dari Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau memberikan pendampingan teknis serta menjembatani diskusi antara petani dan pihak akademisi mengenai potensi pengembangan produk turunan kakao serta peluang peningkatan nilai tambah melalui inovasi pengolahan. Keikutsertaan UMM dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan industri berbasis komoditas lokal. Kolaborasi antara UMM, vLiruos, dan para pelaku perkebunan cokelat di Sumbermanjing Wetan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi petani, terutama dalam: meningkatkan kualitas hasil panen, memperluas akses pasar kakao berkualitas, serta mendorong inovasi produk berbasis kakao. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal menuju penguatan kemitraan antara akademisi, lembaga riset, dan komunitas petani dalam mewujudkan industri cokelat Indonesia yang lebih berdaya saing.
Training Post-Harvest Cokelat di Jembrana Bali: Kolaborasi UMM, vLiruos, dan Kalimajari Foundation Tingkatkan Kualitas Kakao Lokal

Jembrana, Bali — 17-18 Juli 2025Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan tim vLiruos dan Kalimajari Foundation menyelenggarakan Training Post-Harvest Cokelat di Kabupaten Jembrana, Bali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petani kakao dalam pengolahan pasca panen untuk menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi sesuai standar industri. Kegiatan ini dipimpin oleh Agung Widiastuti (Kalimajari Foundation) selaku Ketua Pelaksana. Narasumber dan tim pendamping berasal dari tim vLiruos, yakni Prof. Joachim Schouteten, Desiana Nuriza Putri, MSc, Dahlia Elianarni, MSc, dan Radityo Putro Handrito, PhD. Materi inti dibawakan oleh Hendy Firmanto dari Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) yang memaparkan teknik fermentasi, pengeringan, dan penyimpanan biji kakao modern. Hari Pertama difokuskan pada teori dan praktik lapangan, mencakup: Standar mutu biji kakao pasca panen Teknik fermentasi untuk mengoptimalkan cita rasa Proses pengeringan yang aman dan efisien Penanganan penyimpanan untuk mencegah kerusakan mutu Hari Kedua, selain melanjutkan sesi diskusi teknis, tim vLiruos berkesempatan melakukan audiensi dengan Bupati Jembrana, Bali. Pertemuan ini membahas peluang sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah daerah dalam memperkuat posisi Jembrana sebagai sentra kakao berkualitas di Indonesia.