Sumbermanjing Wetan, 16 Oktober 2025 — Kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), vLiruos, dan para petani kakao di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, berhasil menyelenggarakan kegiatan Training Post-Harvest Cokelat yang bertujuan meningkatkan kualitas pengolahan pascapanen kakao di tingkat petani.


Kegiatan ini diikuti oleh para petani kakao yang berasal dari wilayah Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam proses pascapanen kakao, terutama pada tahapan fermentasi, pengeringan, dan pengolahan biji kakao untuk menghasilkan kualitas cokelat premium yang memenuhi standar industri. Pelatihan menghadirkan narasumber utama, Bapak Hendy Firmanto, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka/ICCRI) Jember. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pengendalian mutu pada tahap pascapanen untuk meningkatkan nilai jual kakao dan daya saing produk cokelat nasional.



Materi yang disampaikan meliputi:
-
Teknik fermentasi biji kakao yang benar
-
Faktor-faktor penentu cita rasa cokelat
-
Pengeringan biji kakao yang higienis dan efisien
-
Pengendalian mutu pascapanen untuk kebutuhan industri
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti sesi materi maupun praktik lapangan, serta aktif bertanya mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam proses pengolahan di tingkat kebun.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Dahlia Elianarni, M.Sc, Dosen Teknologi Pangan dari Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau memberikan pendampingan teknis serta menjembatani diskusi antara petani dan pihak akademisi mengenai potensi pengembangan produk turunan kakao serta peluang peningkatan nilai tambah melalui inovasi pengolahan.
Keikutsertaan UMM dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan industri berbasis komoditas lokal.
Kolaborasi antara UMM, vLiruos, dan para pelaku perkebunan cokelat di Sumbermanjing Wetan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi petani, terutama dalam:
-
meningkatkan kualitas hasil panen,
-
memperluas akses pasar kakao berkualitas,
-
serta mendorong inovasi produk berbasis kakao.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal menuju penguatan kemitraan antara akademisi, lembaga riset, dan komunitas petani dalam mewujudkan industri cokelat Indonesia yang lebih berdaya saing.