1st Annual Meeting VlirUos Team Project 2024: Kolaborasi Internasional untuk Riset Berkelanjutan

Malang, 14 Juli 2025 — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah pelaksanaan 1st Annual Meeting VlirUos Team Project 2024 yang diselenggarakan di Hotel Rayz UMM. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi proyek riset kolaboratif antara tim peneliti Indonesia dan Belgia. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMM, Dr. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., yang menekankan pentingnya sinergi global dalam pengembangan riset yang berdampak langsung pada masyarakat. “Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional UMM, tetapi juga menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong riset berbasis keberlanjutan,” ungkap beliau dalam sambutannya. Proyek Riset Berskala Internasional Project VlirUos merupakan program riset yang didanai dan difasilitasi oleh Universitas Gent, Belgia, dengan dukungan dari VLIR-UOS (Flemish Interuniversity Council for University Development Cooperation). Riset ini dipromotori oleh Prof. Joachim Schouteten, ahli dari bidang food quality and sensory analysis, dan berfokus pada pengembangan teknologi pangan berkelanjutan di Indonesia. Dari UMM, dua dosen dari Program Studi Teknologi Pangan turut menjadi peneliti utama, yakni Desiana Nuriza Putri, MSc dan Rista Anggriani, MP., MSc, yang juga merupakan penerima beasiswa PhD di Universitas Gent. Keduanya menjadi aktor penting dalam menghubungkan konteks lokal Indonesia dengan pendekatan ilmiah global. Kolaborasi Lintas Institusi Tidak hanya melibatkan civitas akademika UMM, pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai mitra strategis. Hadir dalam diskusi: Radityo Putro Handrito sebagai promotor dari Universitas Brawijaya (UB), Hendy Firmanto dari Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) sebagai pakar Cocoa Processing & Technology, dan Agung Widiastuti dari Kalimajari Foundation, Bali, yang fokus pada aspek Sustainability & Community Engagement. Diskusi dan pemaparan yang berlangsung dalam Annual Meeting ini membahas capaian proyek selama satu tahun terakhir, tantangan implementasi di lapangan, serta strategi peningkatan dampak riset di sektor pangan lokal. Riset ini secara khusus berfokus pada pengembangan komoditas kakao sebagai bahan pangan fungsional, peningkatan rantai nilai, serta pemberdayaan petani lokal di berbagai wilayah Indonesia. Menuju Pencapaian SDGs Melalui Riset Kolaboratif Dengan semangat transdisciplinary approach, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan pangan masa depan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). UMM sebagai tuan rumah sekaligus mitra riset aktif berkomitmen untuk terus mendorong peran kampus dalam mendukung riset yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Kuliah Tamu Internship Preparation Series: “Bridging Campus to Industry”

Malang, 21 Juni 2025 – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Kuliah Tamu dengan tema “Bridging Campus to Industry: Kupas Tuntas Peran Divisi Industri Pangan dalam Dunia Kerja” pada Sabtu, 21 Juni 2025, di Kapal Pesiar Hall Sengkaling. Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang peran divisi industri pangan serta membekali mahasiswa semester 7 yang akan segera berangkat magang ke industri . Dalam kesempatan ini, lima alumni Program Studi Teknologi Pangan UMM hadir sebagai pemateri, yang telah sukses meniti karir di berbagai perusahaan ternama. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang tantangan dan peluang yang ada di dunia kerja industri pangan. Pemateri pertama, Tri Andika Putri, S.TP, QC Analyst di PT. CS2 Pola Sehat, membahas tentang peran penting seorang Quality Control Analyst dalam menjaga standar kualitas produk pangan. Ia menjelaskan berbagai teknik yang diterapkan untuk memastikan kualitas produk memenuhi standar internasional. Faiza Sani Masrta, S.TP, QA Manager di Boga Group, mengupas tentang pentingnya manajemen mutu dalam industri pangan. Faiza menyarankan kepada para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang kuat tentang sistem keamanan pangan dan proses produksi yang efisien. Selanjutnya, Syasa Oktalia, S.TP, R&D di PT. Bintang Kencana, memberikan insight mengenai bidang riset dan pengembangan produk pangan. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan konsumen. Marsetyo Ramadhany, S.TP, staf di PT. Advanta Seeds Indonesia, menyampaikan pengalaman tentang pengelolaan sumber daya di sektor pertanian dan pengaruhnya terhadap produksi pangan. Marsetyo menyoroti peran teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan. Pemateri terakhir, Deny Rusmayanto, S.TP, Manajer di PT. Daesang Ingredient Indonesia, berbagi pengalaman mengenai manajemen rantai pasokan dan pengadaan bahan baku dalam industri bahan pangan. Deny juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar dan regulasi dalam menjalankan industri pangan secara efisien. Acara ini dihadiri oleh peserta mahasiswa semester 7 Program Studi Teknologi Pangan UMM yang akan segera menjalani magang di industri pangan. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para pemateri mengenai pengalaman dan persiapan yang perlu dilakukan sebelum terjun ke dunia kerja. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan mahasiswa dapat mempersiapkan diri lebih matang dalam memasuki dunia industri pangan yang penuh tantangan. Acara ini menjadi jembatan yang menghubungkan dunia kampus dengan dunia industri, serta memberikan gambaran nyata tentang profesi dan peran yang dapat diambil di sektor pangan.

Belajar dari Industri Es Krim Modern, Mahasiswa Teknologi Pangan Factory Visit ke PT Aice Ice Cream Jatim Industry

Mojokerto, 13 Juni 2025 – Suasana antusias terlihat dari wajah para mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan saat menginjakkan kaki di kawasan industri PT Aice Ice Cream Jatim Industry. Kunjungan ini menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam proses produksi es krim dari sisi teknologi, inovasi, hingga standar keamanan pangan. Dalam kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat pasif. Mereka terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim Quality Assurance dan bagian produksi PT Aice. Topik-topik yang dibahas mencakup pemilihan bahan baku, proses homogenisasi dan pasteurisasi, teknik pembekuan cepat, hingga strategi distribusi produk agar tetap berkualitas sampai ke tangan konsumen. “Ini pertama kalinya saya melihat langsung proses produksi es krim modern yang serba otomatis. Sangat menarik mengetahui bagaimana PT Aice menjaga konsistensi rasa dan kualitas produknya,” ungkap  peserta factory visit. Mahasiswa yang didampingi oleh dosen pendamping, juga diajak melihat secara langsung area produksi yang menerapkan sistem pengendalian mutu yang ketat dan pengolahan limbah ramah lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana perusahaan es krim skala besar mengintegrasikan teknologi pangan dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan factory visit ke PT Aice ini menambah daftar pengalaman mahasiswa dalam memahami dunia kerja yang sesungguhnya, serta menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri di bidang teknologi pangan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Factory Visit: PT Amerta Indah Otsuka – Pelajari Inovasi dan Proses Produksi Minuman Fungsional

Pasuruan, 10 Juni 2025 – Sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang industri pangan, Program Studi Teknologi Pangan dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEKPA) melaksanakan kegiatan factory visit ke PT Amerta Indah Otsuka, pabrik yang memproduksi minuman ternama seperti Pocari Sweat dan Soyjoy, yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini diikuti oleh  mahasiswa semester 2 bersama dosen pendamping Dr. Ike Susanti, S.TP, MP, dengan tujuan untuk memahami lebih dalam proses produksi, pengendalian mutu, serta inovasi produk di industri minuman fungsional modern. Mahasiswa disambut hangat oleh tim Public Relations PT Amerta Indah Otsuka, yang mempresentasikan sejarah perusahaan, filosofi kerja, serta komitmen perusahaan terhadap kualitas produk dan keberlanjutan lingkungan. Setelah sesi pemaparan, peserta diajak berkeliling fasilitas produksi dengan standar higienitas tinggi untuk melihat langsung proses pembuatan Pocari Sweat dari tahap formulasi, pengemasan, hingga siap distribusi. “Melalui kunjungan ini, saya jadi lebih paham bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan secara nyata di industri, terutama dalam hal sanitasi, kontrol kualitas, dan efisiensi produksi,” ungkap salah satu peserta factory visit. Dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum pembelajaran berbasis industri. “Kunjungan ke industri pangan besar seperti Otsuka sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan wawasan praktis serta membangun semangat inovatif,” ujarnya. Factory visit ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi pangan, serta menumbuhkan motivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan industri pangan nasional yang sehat, inovatif, dan berdaya saing tinggi.  

Potensi Hayati Lokal Melimpah, Pengolahan & Diversifikasi Produk Sehat-Manfaat Menunggu Inovasi Bangsa Kita

*Ketua PS. P3 Halal UMM/ Guru Besar THP/Teknologi Pangan- Fak Pertanian-Peternakan UMM, Prof. Dr. Ir. Anis Sa’ati, M.P Diawali dengan ingin mengetahui kandungan bebungaan menurut QS An Nahl: 68-69, yang didalamnya mengandung sari-sari bunga yang dapat diolah (lebah) menjadi madu yang mampu mengobati penyakit manusia.  “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” Terpikirlah kandungan-kandungan baik di dalam bunga,putik dan mahkota bunga, yang indah warna dan harum baunya, sehingga kumbang, kupu-kupu juga menghinggapinya. Sejak mengambil tema pigmen pada Tesis S2, menggali potensi pigmen sebagai pewarna alami, Elfi Anis mencobanya dari tamaman pacar air. Dimna dari pengalaman di masyarakat, baik daun, bunga maupun akar tanamannya dapat dijadikan untuk “kutek”, pewarna lami pada kuku jari Wanita. Apalagi di masa kecilnya di Bangil-Pasuruan dulu seringkali digunakan sebagai bahan2 jualan pasar2an anak kecil, di saat panen raya, harganya jatuh banyak dibuang-buang.   Hasilnya cukup menyenangkan ternyata beragam warna merah, pink hingga keunguan mahkota bunga pacar air, mengandung pigmen kelompok antosianin (saat itu tahun 2000an, masih langka penelitian pigmen antosianin). Kami ekstrasi dengan beberapa pelarut yaitu dengan aquades biasa, dengan etanol dan isopropanol, alhamdulillah ekstraksi dengan air plus asam sitrat menghasilkan rendemen dan kadar pigmen yang tidak kalah tingginya dengan pelarut non air (alkohol). Sebagai umat muslim kami berupaya menghasilkan ekstrak pewarna alami yang aman dan lebih bermanffat bagi banyak orang, menggunakan pelarut non alkohol terus dikembangkan, agar tidak bergantung dengan pelarut alkohol (yang akan ditelusur titik kritis haramnya), juga mudah tersedia, air dimana-mana melimpah, dan asam sitrat dapat diganti dengan asam organik lainnya dari alam, seperti sari jeruk, lemon, atau blimbing wuluh.  Kami kemudian berlanjut meneliti Bunga kana (merah dan kuning) di saat kota malang raya, termasuk Batu Jawa Timur sedang melakukan kananisasi”, banyak menanam bunga kana (tasbih) di banyak sepanjang jalan 2 utama maupun di pedesaan. Melalui skema penelitian Fundamental saat itu (2026/07) penelitian kami memperoleh penghargaan sebagai penyaji terbaik Semhas Penelitian DIKTI RI di Jakarta. Namun sebelumnya mmperoleh Hibah Dosen Muda, tahun 2025, melakukan penelitian pemanfaatan Bunga Mawar Sortiran sebagai Bahan pewarna alami. Hasilnya menggembirakan setelah dipajang, disimpan 3-5 hari ternyata bunga mawar masih mengadnung ekstrak pigmen antosianin cukup banyak sekitar 12-18%, dengan kadar gula 10-11%, lebih banyak dibandingkan dengan bunga pacar air yang hanya 0,03%. Seiring waktu, alhamdulillah seringkali memperoleh Hibah Dana penelitian dari DIKTI, Kemenristek DIKTI, sejak tahun 20025, 2006/07 hingga tahun 2023 (Penelitian Terapan Kompetitif), dan pernah menjadi 4-5 kali sebagai Penyaji /dan Peneliti terbaik terpilih mendapat penghargaan saat Seminar hasil penelitian Multitahun (2006, 2008, 2011, 2014, 2019), dengan skema Hibah Bersaing, Fundamental, PUPT/Penelitian Unggulan PT hingga  Hibah Kompetitif.  Beberapa kali produk luaran dari beberapa penelitian tersbut juga memperoleh pengargaan sebagai Poster 5 Produk Terbaik Halal di Kula Lumpur 2011, Dosen Berpretasi TK I UMM (2006, 2008, 2014),  Dosen Berpretasi TK I Kopertsi Wil VII Jatim &  Finalis Tingkat Nasional 2014, Penerima PATPI/ Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Award Juara II 2019 (https://patpi.or.id/news/patpi-award-2019/) ;  Dosen inovatif terpuji tahun 2022, Produk UKM inovatif Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan 2023 : Dosen Inspiratif   Indonesia Mental Health Summit (IMHS) Tahun 2024. Dalam upaya terus menggali potensi kekayaan senywa bioaktif yang dimiliki negri tercinta, peneliti terus mengembangkan beragam bahan dan varian produk agar meningkat daya guna dan manfaatnya bagi kesehatan masyarakat.  Makin dibutuhkannnya produk pangan yang aman, sehat dan halal, serta membantu menjawab permasalahan pangan-gizi bangsa. Tahun 2025 ini, mencoba mengembangkan suplemen yang berguna untuk meningkatkan imunitas dan serapan Hb bagi penderita anemia. Karena kandungan senyawa pada makanan seperti katekin dan tanin yang berlebihan ternyata dapat menghambat serapan Fe dalam darah.   Dengan penelitian Skema Terapan Prototipe, dilakukan suplementasi terhadap minuman ekstrak bunga mawar yang sudah dipatenkan, terbukti tinggi antioksdianj (80-88% akan dikombinasikan dengan ekstrak hayti lokal seperti apello, jeruk dan jahe merah, serta menggabungkan kandungan baik bunga mawar dengan bioaktif, Fe dari daun kelor, bayam merah serta rumptu alut agar kapsulnya dapat dikonsumsi penederita nemia. Diharapkan hasil konsumsi selama 2-3 bulan dapat menigkatkan imunitas dan kadar Hb penderita anemia, para Perempuan/wanita (Bumil, Busui dan Wanita remaja),  dampak selanjutkanya diharapkan dengan menyiapkan Wanita-wanita yang tidak anemia, atau sehat akan menguruangi prevalensi stunting, yang diantaranya dakibatkan sasaran program tersebut mengalami anemia. Smoga riset Inovasi Suplemen Penggunaan Bunga Mawar lokal sebagai Penguat Imun Penderita Anemia : Upaya Mendukung Program Penurunan Angka Stunting dapat dijalankan dengan baik dan sesuai harapan bermafaat dan membawa berkah, Aamin YRA.            

Factory Visit PT Yakult: Belajar Langsung Proses Produksi Minuman Probiotik

Mojokerto, 4 Juni 2025 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan melakukan kunjungan industri (factory visit) ke PT Yakult Indonesia Persada, Mojokerto, sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai proses produksi minuman probiotik secara langsung di industri pangan. mahasiswa semester 4 didampingi oleh dosen pendamping, berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi Yakult yang telah menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari fermentasi bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, pengemasan, hingga distribusi produk. Kunjungan ini diawali dengan pemaparan profil perusahaan, proses produksi, dan komitmen Yakult terhadap mutu dan kesehatan konsumen. Selanjutnya, mahasiswa diajak berkeliling fasilitas pabrik dengan perlengkapan keamanan lengkap, untuk menyaksikan langsung setiap tahapan produksi minuman probiotik tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kami sebagai mahasiswa Teknologi Pangan. Kami bisa melihat secara nyata bagaimana standar industri dijalankan, khususnya dalam produksi minuman fermentasi,” ujar , salah satu peserta kunjungan. Dosen pendamping juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat rutin dilaksanakan sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam hal penerapan ilmu teknologi pangan di dunia kerja nyata. Factory visit ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri agar siap bersaing di dunia industri pangan yang dinamis dan penuh tantangan.

4 GERAKAN UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS TIDUR ANDA

Insomnia adalah salah satu kontributor terbesar pada proses penuaan dini dan penurunan sistem imun tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan gerakkan ini dapat memperbaiki kualitas tidur dari penderita insomnia kronis secara dramatik, jika dipraktekkan setiap malam menjelang tidur selama dua hingga empat minggu Gerakan Pertama          : –         Berbaringlah dengan posisi punggung dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Tekuk lutut anda, taruh telapak tangan kelutut lalu tarik pakai hingga kedada –         Usahakan ambil napas secara alami. Tahan posisi ini selama sekitar satu menit saja –         Kemudian rileks kaki dan tangan diluruskan kembali. Gerakan Kedua            : –         Posisi tetap berbaring dengan punggung dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Tarik napas bersamaan dengan merentangkan kedua tangan lurus diatas kepala –         Turunkan tangan sambil hembuskan napas –         Pijat tubuh anda mulai dari dada hingga abdomen. –         Ulangi gerakan-2 ini hingga satu menit Gerakan Ketiga            : –         Posisi tetap berbaring dengan punggung dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Kepalkan kedua tangan anda, letakkan dibawah punggung setinggi mungkin kearah bahu –         Tarik napas secara alami tiga kali –         Turunkan kepalan keduatangan anda kepinggang pada hembusan napas yang ketiga –         Ulangi gerakan-2 ini hingga satu menit Gerakan Keempat        : –         Posisi telungkup dengan bagian dada dibawah, kaki dan tangan lurus. –         Letakkan kedua tangan dibawah abdomen –         Tarik napas pelan-pelan, penuhi dibagian abdomen dan dada –         Rasakan energi meresap keseluruh tubuh anda –         Hembuskan napas pelan-pelan, –         Bayangkan hal-hal negatif keluar dari tubuh anda bersamaan dengan hembusan napas anda –         Rilekskan semua otot anda pada setiap hembusan napas –         Ulangi gerakan-2 ini hingga satu menit Semoga bermanfaat.

INGIN SEHAT JASMANI DAN ROHANI MINUMLAH KEFIR

MINUMAN SUSU FERMENTASI BERKHASIAT  TINGGI Setelah dilakukan fermentasi susu sapi dan susu kambing dengan mikrobia yang ada dalam kristal kefir rasanya berubah asam dan susu lebih tahan lama untuk disimpan,  Berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Sebagai minuman fungsional, kefir  bisa dikonsumsi bagi orang yang mengalami  kolesterol tinggi, mengurangi risiko timbulnya kanker usus. Pengawetan susu dengan kefir merupakan suatu cara mudah dan murah. Cara  pembuatannya pun  sangat sederhana sehingga dapat dilakukan disetiap  rumah tangga.Kefir dibuat dari susu segar dan butiran kristal kefir. Bahannya bisa susu kambing, domba, atau sapi segar. Kristal kefir dapat dibeli atau diperoleh dari penyaringan kefir sebelumnya. Supaya kristal kefir dapat digunakan seterusnya, maka simpanlah dengan baik. Susu bahan kefir mula-mula dipasteurisasi (dipanaskan pada suhu 80-85oC selama 15-30 menit) dan didinginkan dalam wadah tahan karat atau dari  gelas hingga mencapai suhu kamar (20 – 25oC) , kalau suhu ruangan tinggi atau terlalu rendah maka bisa dilakukan dalam inkubator yang suhunya stabil.. Kemudian ditambahkan butiran bibit kefir sebanyak 1 – 6% (10 – 60 g bibit kefir untuk 1 l susu). Campuran susu dan bibit kefir diinkubasi dengan cara didiamkan pada suhu kamar selama 24 jam, sampai terjadi penggumpalan sempurna. Jagalah tempat fementasi kadang-kadang bisa meluap keluar. Lakukan penyaringan untuk memisahkan kristal kefir dari susu asam tersebut. Susu hasil saringan dapat disimpan pada suhu 4- 8oC selama 12 hari. Kristal kefir dapat digunakan lagi untuk membuat kefir baru . Kandungan gizi kefir tidak berbeda jauh dengan gizi susu bahan kefir. Adapun kelebihannya dibandingkan dengan susu segar adalah karena asam organik yang diproduksi mikrobia kefir  dapat memperpanjang masa simpan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan  mencegah kerusakan susu. Selama proses pembuatan kefir  terjadi fermentasi yaitu perobakan nutrisi dalam susu menjadi bahan bahan yang lebih berkhasiat. Perombakan nutrisi susu oleh mikrobia kristal kefir secara biokimiawi  dilakukan oleh  bakteri asam laktat dan kamir. Akibat dari aktifitas ini maka pH susu turun sampai di bawah 4,0 sehingga  rasanya menjadi asam sesuai dengan  cita rasa kefir yang diinginkan. Selain itu juga terjadi perubahan gula susu (laktosa) menjadi asam sitrat, CO2 , dan etanol, kefiran terbentuk dari polimer  galaktosa dan glukosa. Kefiran ini bisa mencapai  25% dari berat kering butiran kefir. Bakteri asam laktat dalam kefir mempunyai fungsi sebagai probiotik yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan, karena bakteri asam laktat memproduksi senyawa antimikroba, antara lain bakteriosin, hidrogen peroksida, dan berbagai antibiotik. Bakteri asam laktat membentuk koloni dan menciptakan lingkungan dalam saluran pencernaan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri patogen yang masuk ke tubuh. Adanya aktivitas bakteri asam laktat maka dapat mencegah diare yang disebabkan bakteri patogen, mencegah infeksi saluran urine, mengurangi risiko timbulnya kanker atau tumor saluran pencernaan dan organ lain, menurunkan kadar kolesterol serum darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, merangsang terbentuknya sistem imun, membantu penderita lactose intolerance dalam mengkonsumsi susu, dan memperlancar buang air besar. oleh, Ir. Sukardi, MP. Ketua Program Studi Food Science and Technology dibantu oleh Renita dan Intan

TIWUL INSTAN KAYA VITAMIN A DARI TEPUNG CASSAVA TERMODIFIKASI

Pemanfaatan cassava yang kurang optimal menjadi suatu kendala tersendiri mengapa selama ini cassava dipandang sebelah mata dan memiliki nilai jual yang cukup rendah. Selama ini masyarakat umum banyak memanfaatkan cassava hanya secara tradisional dan tanpa sentuhan teknologi sama sekali misalnya di kukus, di goreng, di jadikan gaplek, dibuat tiwul secara tradisional, serta produk-produk lain yang kurang menarik dan kurang memiliki nilai ekonomi. Tiwul instan merupakan salah satu alternatif bentuk pemanfaatan tehnologi tepat guna untuk menjadikan produk olahan cassava lebih menarik. Tiwul yang diolah secara tradisional memiliki kelemahan utama yaitu mudah rusak karena kandungan air yang cukup tinggi. Selain itu mobilitas masyarakat yang begitu besar mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang praktis dan efisien dalam pengolahannya, sehingga mereka lebih memilih produk instan dari pada produk non instan. Selama ini produk dari tiwul instan kurang diminati karena memiliki kandungan gizi yang sangat rendah. Bertolak dari persoalan tersebut, Khoirul Daroji, Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UMM dibawah bimbingan Dr.Ir. Damat, MP telah berhasil mengembangkan tiwul kaya vitamin A. Teknik tersebut dilakukan dengan melakukan proses fortifikasi. Pengembangan produk tersebut diharapkan dapat menurunkan persoalam defisiensi masalah gizi buruk di Indonesia, terutama vitamin A. Pada saat ini di Indonesia masih dinyatakan masyarakatnya masih kekurangan vitamin A, khususnya banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 30 % kematian bayi dan balita disebabkan kekurangan vitamin A. Sedangkan di Indonesia sekitar 14,6% anak di atas usia 1 tahun mengalami kekurangan vitamin A. Fortifikasi vitamin A dilakukan dengan menggunakan labu kuning. Selain merupakan tanaman asli Indonesia, selama ini labu kuning juga jarang dimanfaatkan menjadi produk yang menarik padahal kandungan vitamin A begitu besar. oleh Dr.Damat, MP., Peneliti Pangan dan Hortikultura UMM.