Malang, 22 Oktober 2025 — Suasana Aula Teknik GKB 3 UMM pagi itu dipenuhi antusiasme mahasiswa baru angkatan 2025 yang mengikuti Kuliah Perdana Program Studi Teknologi Pangan UMM. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia akademik sekaligus memberikan gambaran nyata tentang masa depan karier di bidang pangan. Tahun ini, Kuliah Perdana menghadirkan tiga alumni lintas generasi yang kini berkarier di pemerintahan, akademik, dan industri. Ketiganya tidak hanya berbagi kisah perjalanan masing-masing, tetapi juga menekankan pentingnya penguasaan sains dasar sebagai fondasi menuju profesionalitas di masa depan.

Pemateri pertama, Fitri Hasanah, S.TP., M.Si., alumni angkatan 2001 yang kini bekerja di Kementerian Perindustrian, mengawali pemaparannya dengan cerita bagaimana ia dulu duduk sebagai mahasiswa baru yang masih mencari arah. Ia menekankan bahwa memahami sains dasar seperti kimia, mikrobiologi, dan teknologi proses adalah bekal penting yang membantunya bekerja dalam penyusunan regulasi industri pangan nasional. “Jangan pernah remehkan mata kuliah sains dasar. Regulasi yang saya buat setiap hari lahir dari analisis ilmiah. Kalian harus paham prosesnya jika ingin berkontribusi pada kebijakan pangan nasional,” pesannya. Fitri juga menggambarkan bahwa bekerja di pemerintahan menuntut ketelitian, kemampuan berpikir analitis, dan kemauan untuk terus belajar menyesuaikan dinamika industri.

Sesi kedua menghadirkan Ni’matus Sholihah, S.TP., M.T.P., alumni 2013 yang kini menjadi Dosen di Institut Teknologi Kalimantan. Dengan gaya yang hangat, ia menjelaskan bahwa karier akademik tidak dapat dilepaskan dari sains dasar. Ia mengibaratkan sains dasar sebagai bahasa ilmu yang memungkinkan seseorang membaca dan menciptakan pengetahuan baru. “Sains dasar adalah bahasa ilmu. Jika kalian menguasainya, riset akan terbuka lebar dan kalian dapat menciptakan pengetahuan baru,” ungkapnya. Ni’matus juga berbagi perjalanan kariernya mulai dari studi lanjut, pengalaman penelitian, hingga bagaimana membangun kompetensi untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi.

Pemateri terakhir, Eris Endraswari, S.TP., alumni angkatan 2018 yang bekerja sebagai Junior Manager Product Development di PT Pesta Pora Abadi, membawa perspektif berbeda dari dunia industri. Ia menuturkan bahwa setiap produk pangan yang berakhir di rak supermarket bermula dari pemahaman mendalam tentang reaksi kimia, karakteristik bahan, dan teknik pengolahan. “Di industri, kreativitas itu penting. Namun kreativitas tanpa dasar sains hanya akan menjadi tebakan. Inovasi yang kuat lahir dari pemahaman ilmiah dan keberanian menguji ide,” ujarnya. Eris juga membagikan proses meniti karier di industri yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin.

Kuliah Perdana ini menjadi ruang yang menghubungkan pengalaman nyata para alumni dengan harapan mahasiswa baru yang sedang memulai perjalanan akademiknya. Ketiga pemateri secara konsisten menekankan bahwa sains dasar merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan, karena kemampuan memahami konsep ilmiah akan sangat menentukan kesiapan mahasiswa untuk memasuki beragam peluang karier di bidang pangan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai strategi belajar, peluang karier, hingga langkah mempersiapkan diri sejak semester awal.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Pangan UMM berharap mahasiswa angkatan 2025 dapat melangkah dengan keyakinan yang lebih kuat, memahami pentingnya membangun dasar ilmu yang kokoh, serta lebih siap menapaki perjalanan akademik dan profesional di masa depan.