Teknologi Pangan UMM Sosialisasikan Keamanan Pangan dan Deteksi Cepat BTP Berbahaya di SMAN 1 Sidoarjo

Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi ke sekolah melalui tema “Keamanan Pangan: Deteksi Cepat Penambahan Bahan Tambah Pangan (BTP) Berbahaya”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Sidoarjo dan diikuti oleh siswa-siswi dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya keamanan pangan sekaligus memperkenalkan Program Studi Teknologi Pangan UMM sebagai pilihan studi yang relevan dengan isu-isu pangan terkini. Sosialisasi program studi disampaikan oleh Sekretaris Program Studi Teknologi Pangan UMM, Afifah Husnah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan ruang lingkup keilmuan Teknologi Pangan yang mencakup pengolahan, pengawetan, pengemasan, pengendalian mutu, hingga aspek keamanan pangan. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai sistem perkuliahan, kegiatan praktikum berbasis laboratorium, peluang magang industri, serta prospek lulusan yang luas di sektor industri pangan, penelitian, maupun wirausaha. Materi utama tentang keamanan pangan dan deteksi cepat BTP berbahaya disampaikan oleh Ayu Diawi Ismayawati. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada konsep Bahan Tambah Pangan (BTP), baik yang diizinkan maupun yang dilarang penggunaannya. Dijelaskan pula contoh BTP berbahaya yang sering disalahgunakan, seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil, serta dampaknya terhadap kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Lebih lanjut, pemateri menjelaskan metode sederhana dan cepat yang dapat digunakan untuk mendeteksi indikasi adanya BTP berbahaya pada produk pangan, termasuk pengamatan fisik, uji sederhana, serta pentingnya membeli produk pangan yang telah terdaftar dan berizin edar resmi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan siswa sebagai konsumen cerdas. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap isu keamanan pangan, terutama terkait cara membedakan makanan yang aman dan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Pangan UMM tidak hanya memperkenalkan jurusan kepada calon mahasiswa, tetapi juga menjalankan peran edukatif dalam meningkatkan literasi keamanan pangan di kalangan generasi muda. Diharapkan, siswa semakin sadar akan pentingnya memilih pangan yang aman serta tertarik untuk mendalami bidang Teknologi Pangan sebagai bagian dari kontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan industri pangan yang berkelanjutan.

Teknologi Pangan UMM Goes To School di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo

Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan kegiatan “Teknologi Pangan Goes To School” sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan pengenalan jurusan kepada siswa sekolah menengah atas. Kegiatan kali ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Taman dan diikuti oleh siswa-siswi kelas XII yang antusias menyimak pemaparan materi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai Program Studi Teknologi Pangan UMM, mulai dari ruang lingkup keilmuan, sistem perkuliahan, fasilitas laboratorium, hingga prospek karier lulusan di dunia industri pangan. Ketua Program Studi Teknologi Pangan UMM, Hanis Alamudin Manshur, S,Gz., M.Si dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Teknologi Pangan merupakan bidang ilmu yang mempelajari pengolahan bahan hasil pertanian dan peternakan menjadi produk pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan bernilai tambah. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga keterampilan praktis melalui kegiatan laboratorium dan praktikum berbasis industri. Beliau juga menyampaikan berbagai prospek lulusan Teknologi Pangan, di antaranya sebagai quality control, research and development (R&D), auditor keamanan pangan, wirausahawan di bidang pangan, hingga bekerja di industri makanan dan minuman skala nasional maupun multinasional. Selain itu, peluang berkarier di lembaga penelitian dan instansi pemerintah juga terbuka luas. Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan fasilitas unggulan yang dimiliki oleh Program Studi Teknologi Pangan UMM, seperti laboratorium kimia pangan, mikrobiologi pangan, pengolahan pangan, serta dukungan pengembangan kewirausahaan berbasis produk inovatif. Keunggulan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri serta peluang magang dan kolaborasi dengan mitra industri turut menjadi daya tarik tersendiri. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya minat siswa terhadap bidang Teknologi Pangan. Melalui kegiatan Goes To School ini, diharapkan siswa kelas XII mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam menentukan pilihan studi lanjut sesuai minat dan potensi mereka. Program Studi Teknologi Pangan UMM berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pengenalan keilmuan pangan kepada generasi muda sebagai bagian dari kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang industri pangan nasional.