Potensi Hayati Lokal Melimpah, Pengolahan & Diversifikasi Produk Sehat-Manfaat Menunggu Inovasi Bangsa Kita

*Ketua PS. P3 Halal UMM/ Guru Besar THP/Teknologi Pangan- Fak Pertanian-Peternakan UMM, Prof. Dr. Ir. Anis Sa’ati, M.P Diawali dengan ingin mengetahui kandungan bebungaan menurut QS An Nahl: 68-69, yang didalamnya mengandung sari-sari bunga yang dapat diolah (lebah) menjadi madu yang mampu mengobati penyakit manusia.  “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” Terpikirlah kandungan-kandungan baik di dalam bunga,putik dan mahkota bunga, yang indah warna dan harum baunya, sehingga kumbang, kupu-kupu juga menghinggapinya. Sejak mengambil tema pigmen pada Tesis S2, menggali potensi pigmen sebagai pewarna alami, Elfi Anis mencobanya dari tamaman pacar air. Dimna dari pengalaman di masyarakat, baik daun, bunga maupun akar tanamannya dapat dijadikan untuk “kutek”, pewarna lami pada kuku jari Wanita. Apalagi di masa kecilnya di Bangil-Pasuruan dulu seringkali digunakan sebagai bahan2 jualan pasar2an anak kecil, di saat panen raya, harganya jatuh banyak dibuang-buang.   Hasilnya cukup menyenangkan ternyata beragam warna merah, pink hingga keunguan mahkota bunga pacar air, mengandung pigmen kelompok antosianin (saat itu tahun 2000an, masih langka penelitian pigmen antosianin). Kami ekstrasi dengan beberapa pelarut yaitu dengan aquades biasa, dengan etanol dan isopropanol, alhamdulillah ekstraksi dengan air plus asam sitrat menghasilkan rendemen dan kadar pigmen yang tidak kalah tingginya dengan pelarut non air (alkohol). Sebagai umat muslim kami berupaya menghasilkan ekstrak pewarna alami yang aman dan lebih bermanffat bagi banyak orang, menggunakan pelarut non alkohol terus dikembangkan, agar tidak bergantung dengan pelarut alkohol (yang akan ditelusur titik kritis haramnya), juga mudah tersedia, air dimana-mana melimpah, dan asam sitrat dapat diganti dengan asam organik lainnya dari alam, seperti sari jeruk, lemon, atau blimbing wuluh.  Kami kemudian berlanjut meneliti Bunga kana (merah dan kuning) di saat kota malang raya, termasuk Batu Jawa Timur sedang melakukan kananisasi”, banyak menanam bunga kana (tasbih) di banyak sepanjang jalan 2 utama maupun di pedesaan. Melalui skema penelitian Fundamental saat itu (2026/07) penelitian kami memperoleh penghargaan sebagai penyaji terbaik Semhas Penelitian DIKTI RI di Jakarta. Namun sebelumnya mmperoleh Hibah Dosen Muda, tahun 2025, melakukan penelitian pemanfaatan Bunga Mawar Sortiran sebagai Bahan pewarna alami. Hasilnya menggembirakan setelah dipajang, disimpan 3-5 hari ternyata bunga mawar masih mengadnung ekstrak pigmen antosianin cukup banyak sekitar 12-18%, dengan kadar gula 10-11%, lebih banyak dibandingkan dengan bunga pacar air yang hanya 0,03%. Seiring waktu, alhamdulillah seringkali memperoleh Hibah Dana penelitian dari DIKTI, Kemenristek DIKTI, sejak tahun 20025, 2006/07 hingga tahun 2023 (Penelitian Terapan Kompetitif), dan pernah menjadi 4-5 kali sebagai Penyaji /dan Peneliti terbaik terpilih mendapat penghargaan saat Seminar hasil penelitian Multitahun (2006, 2008, 2011, 2014, 2019), dengan skema Hibah Bersaing, Fundamental, PUPT/Penelitian Unggulan PT hingga  Hibah Kompetitif.  Beberapa kali produk luaran dari beberapa penelitian tersbut juga memperoleh pengargaan sebagai Poster 5 Produk Terbaik Halal di Kula Lumpur 2011, Dosen Berpretasi TK I UMM (2006, 2008, 2014),  Dosen Berpretasi TK I Kopertsi Wil VII Jatim &  Finalis Tingkat Nasional 2014, Penerima PATPI/ Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Award Juara II 2019 (https://patpi.or.id/news/patpi-award-2019/) ;  Dosen inovatif terpuji tahun 2022, Produk UKM inovatif Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan 2023 : Dosen Inspiratif   Indonesia Mental Health Summit (IMHS) Tahun 2024. Dalam upaya terus menggali potensi kekayaan senywa bioaktif yang dimiliki negri tercinta, peneliti terus mengembangkan beragam bahan dan varian produk agar meningkat daya guna dan manfaatnya bagi kesehatan masyarakat.  Makin dibutuhkannnya produk pangan yang aman, sehat dan halal, serta membantu menjawab permasalahan pangan-gizi bangsa. Tahun 2025 ini, mencoba mengembangkan suplemen yang berguna untuk meningkatkan imunitas dan serapan Hb bagi penderita anemia. Karena kandungan senyawa pada makanan seperti katekin dan tanin yang berlebihan ternyata dapat menghambat serapan Fe dalam darah.   Dengan penelitian Skema Terapan Prototipe, dilakukan suplementasi terhadap minuman ekstrak bunga mawar yang sudah dipatenkan, terbukti tinggi antioksdianj (80-88% akan dikombinasikan dengan ekstrak hayti lokal seperti apello, jeruk dan jahe merah, serta menggabungkan kandungan baik bunga mawar dengan bioaktif, Fe dari daun kelor, bayam merah serta rumptu alut agar kapsulnya dapat dikonsumsi penederita nemia. Diharapkan hasil konsumsi selama 2-3 bulan dapat menigkatkan imunitas dan kadar Hb penderita anemia, para Perempuan/wanita (Bumil, Busui dan Wanita remaja),  dampak selanjutkanya diharapkan dengan menyiapkan Wanita-wanita yang tidak anemia, atau sehat akan menguruangi prevalensi stunting, yang diantaranya dakibatkan sasaran program tersebut mengalami anemia. Smoga riset Inovasi Suplemen Penggunaan Bunga Mawar lokal sebagai Penguat Imun Penderita Anemia : Upaya Mendukung Program Penurunan Angka Stunting dapat dijalankan dengan baik dan sesuai harapan bermafaat dan membawa berkah, Aamin YRA.            

Factory Visit PT Yakult: Belajar Langsung Proses Produksi Minuman Probiotik

Mojokerto, 4 Juni 2025 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan melakukan kunjungan industri (factory visit) ke PT Yakult Indonesia Persada, Mojokerto, sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai proses produksi minuman probiotik secara langsung di industri pangan. mahasiswa semester 4 didampingi oleh dosen pendamping, berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi Yakult yang telah menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari fermentasi bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, pengemasan, hingga distribusi produk. Kunjungan ini diawali dengan pemaparan profil perusahaan, proses produksi, dan komitmen Yakult terhadap mutu dan kesehatan konsumen. Selanjutnya, mahasiswa diajak berkeliling fasilitas pabrik dengan perlengkapan keamanan lengkap, untuk menyaksikan langsung setiap tahapan produksi minuman probiotik tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kami sebagai mahasiswa Teknologi Pangan. Kami bisa melihat secara nyata bagaimana standar industri dijalankan, khususnya dalam produksi minuman fermentasi,” ujar , salah satu peserta kunjungan. Dosen pendamping juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat rutin dilaksanakan sebagai sarana penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam hal penerapan ilmu teknologi pangan di dunia kerja nyata. Factory visit ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri agar siap bersaing di dunia industri pangan yang dinamis dan penuh tantangan.